Selasa, 07 April 2026

Menkes Resmikan RSUD Syarif Idrus Tipe C, Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Rumah Sakit

Jumat, 18 April 2025 10:32 WIB
Menkes Resmikan RSUD Syarif Idrus Tipe C, Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Rumah Sakit
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran pemerintah daerah meresmikan pembangunan RSUD Tuan Besar Syarif Idrus menjadi rumah sakit tipe C di Kubu Raya, Rabu (16/4/2025). (Dok/Kemenkes)
Kubu Raya (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Besar Syarif Idrus menjadi rumah sakit tipe C pada Rabu.

Peningkatan status ini merupakan bagian dari program pembangunan 66 RSUD tipe D di wilayah terpencil yang digagas atas arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya, Menkes Budi mengungkapkan bahwa RSUD Syarif Idrus merupakan rumah sakit ke-10 yang dilakukan peletakan batu pertamanya pada tahun ini. Ia menargetkan total 32 rumah sakit akan mulai dibangun sepanjang 2025, dan sisanya, sebanyak 34 rumah sakit, akan dibangun pada 2026.

“Bapak dan Ibu sekalian, ini adalah rumah sakit ke-10 yang kita groundbreaking tahun ini. Totalnya akan ada 32 RSUD dibangun di tahun ini dan 34 lagi pada tahun depan,” kata Menkes.

Pembangunan rumah sakit ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bermutu dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya dalam menangani penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan kanker yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Sebagai rumah sakit tipe C, RSUD Syarif Idrus akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas medis modern, termasuk alat CT Scan dan cath lab untuk penanganan stroke, USG untuk ekokardiografi, serta layanan pemasangan ring jantung.

Untuk penanganan kanker, akan tersedia laboratorium patologi anatomi, alat mamografi, serta layanan kemoterapi. Layanan hemodialisa bagi pasien dengan gangguan ginjal juga akan tersedia di rumah sakit ini.

Namun demikian, Menkes Budi mengingatkan bahwa keberadaan peralatan medis canggih harus dibarengi dengan sistem tata kelola rumah sakit yang baik dan profesional. Ia menawarkan pendampingan langsung dari Kementerian Kesehatan, mencakup aspek keuangan, pengadaan, hingga pelayanan klinis dan nonklinis.

“Kalau diperkenankan, saya ingin menempatkan satu dewan pengawas dari Kementerian Kesehatan di RSUD ini, agar tata kelolanya bisa lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, Kementerian Kesehatan akan menyusun rencana induk (master plan) pengembangan rumah sakit untuk jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan, guna menghindari pembangunan yang bersifat tambal sulam.

Menkes juga menyoroti tantangan keterbatasan tenaga dokter spesialis di daerah. Dari 66 RSUD yang sedang dibangun, sekitar 66% belum memiliki tujuh dokter spesialis dasar. Untuk RSUD Syarif Idrus, ia menekankan pentingnya kehadiran dokter spesialis jantung dan saraf, serta mendorong keterlibatan tenaga medis dari kalangan putra-putri daerah.

“Kami harap tenaga medis dapat berasal dari putra-putri daerah, sehingga mereka lebih berkomitmen dan tidak pindah ke kampung halamannya,” ujarnya.

Mengakhiri kunjungan, Menkes mengajak masyarakat untuk aktif menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah pencegahan penyakit mematikan seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru