Selasa, 07 April 2026

Kementan Siagakan 6.800 Petugas untuk Kendalikan PMK Selama Lebaran

Senin, 07 April 2025 07:34 WIB
Kementan Siagakan 6.800 Petugas untuk Kendalikan PMK Selama Lebaran
Petugas kesehatan hewan tengah bersiap melakukan vaksinasi PMK pada sapi milik peternak di salah satu daerah, sebagai bagian dari upaya Kementan menjaga kesehatan ternak selama Lebaran 1446 H.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tetap berjalan optimal selama periode Lebaran 1446 H.

Sebanyak 6.800 petugas kesehatan hewan (keswan) disiagakan 24 jam untuk menjaga kesehatan dan keamanan ternak, terutama sapi, yang meningkat permintaannya menjelang Idul Fitri.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda menegaskan bahwa strategi pengendalian PMK terus diperkuat melalui vaksinasi, pengawasan lalu lintas ternak, serta respons cepat terhadap kasus yang terdeteksi.

"Kami telah menginstruksikan seluruh petugas keswan di daerah untuk siaga penuh selama Lebaran. Hal ini penting agar distribusi ternak tetap berjalan lancar dan ternak yang dikonsumsi masyarakat tetap sehat dan aman," ujar Agung.

Ia menyampaikan bahwa pusat kesehatan hewan (puskeswan) di berbagai daerah tetap beroperasi selama libur Lebaran untuk menangani laporan masyarakat dan peternak.

Kementan juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar langkah mitigasi dapat dilakukan segera bila ditemukan indikasi kasus PMK di lapangan.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan, Imron Suandy menyatakan bahwa stok vaksin PMK masih tersedia dan terus diberikan kepada ternak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.

Hingga 3 April 2025, pelaksanaan vaksinasi telah mencapai 1,73 juta dosis secara nasional, dengan sebagian provinsi berhasil mencapai target vaksinasi di atas 70%, bahkan hingga 100%.

Pengawasan lalu lintas ternak di jalur distribusi utama juga diperketat. Pemeriksaan ketat dilakukan untuk mencegah perpindahan ternak yang terinfeksi antarwilayah tanpa pengawasan.

"Kami mengimbau peternak dan pedagang untuk tetap mematuhi protokol biosekuriti, memastikan ternaknya divaksinasi, dan segera melapor jika ada gejala PMK," tambah Imron.

Kementan juga mengajak masyarakat untuk tidak panik dalam menyikapi isu PMK. Konsumsi daging tetap aman selama diolah dengan benar, seperti dipanaskan pada suhu 70°C selama 30 menit, yang efektif menonaktifkan virus PMK.

"Mari kita jaga kesehatan hewan ternak demi ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas selama Lebaran. Petugas keswan siap bekerja 24 jam untuk memastikan pengendalian PMK berjalan optimal," pungkas Agung. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru