Senin, 06 Juli 2026

Australia Tawarkan Kerja Sama “Kesehatan untuk Semua” ke Indonesia, Dikenalkan Mei 2025

Selasa, 18 Maret 2025 09:24 WIB
Australia Tawarkan Kerja Sama “Kesehatan untuk Semua” ke Indonesia, Dikenalkan Mei 2025
Suasana pertemuan antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dengan delegasi Kedutaan Besar Australia di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (14/3/2025). (Dok/Humas PKH)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia dan Australia semakin memperkuat kerja sama dalam subsektor peternakan dan kesehatan hewan. Kemitraan ini berfokus pada penguatan sistem biosekuriti, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi inovatif guna mendukung ketahanan industri peternakan di Indonesia.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk pengendalian penyakit hewan dan peningkatan produksi peternakan yang berkelanjutan.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Australia, yang memiliki pengalaman panjang dalam subsektor peternakan dan kesehatan hewan. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi industri peternakan Indonesia, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dari sisi pemenuhan nutrisi dan penyediaan produk hewani yang aman serta sehat," ujar Agung saat menerima audiensi perwakilan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, Pemerintah Australia akan meluncurkan program baru bertajuk “Kesehatan untuk Semua”, yang akan berjalan selama delapan tahun dengan alokasi anggaran sebesar 100 juta dolar Australia.

Tim Stapleton, Menteri-Konselor bidang Ekonomi, Investasi, dan Infrastruktur Kedutaan Besar Australia di Indonesia, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan sistem peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia agar lebih aman dan efisien.

"Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia, serta memperkuat sistem peternakan dan kesehatan hewan yang lebih modern," kata Stapleton dalam pertemuan tersebut.

Program ini akan dimulai di tiga provinsi Indonesia sebagai proyek percontohan dan akan diumumkan secara resmi pada Mei 2025 setelah pemilu di Australia.

Kementan dan DFAT berkomitmen untuk terus mengembangkan langkah-langkah konkret agar kerja sama ini memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan hewan dan ketahanan industri peternakan nasional. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Menkeu: APBN 2026 Jadi Investasi Strategis Bangun SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Revitalisasi Sekolah Hadirkan Lingkungan Belajar yang Lebih Layak, Siswi SMPN 9 Pangkalpinang Apresiasi Pemerintah
Densus 88 Gelar Kampanye Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di CFD Makassar
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
Profil Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1994
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
komentar
beritaTerbaru