Senin, 06 Juli 2026

Polri dan Mahasiswa UI Gelar Trauma Healing bagi Korban Banjir di Jakarta Timur

Sabtu, 08 Maret 2025 06:22 WIB
Polri dan Mahasiswa UI Gelar Trauma Healing bagi Korban Banjir di Jakarta Timur
Anggota Polri dan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) berinteraksi dengan anak-anak korban banjir dalam sesi trauma healing di GOR Youth Center, Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Jakarta (buseronline.com) - Polri bersama mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) mengadakan layanan trauma healing bagi para korban bencana banjir akibat luapan Kali Ciliwung di Jakarta Timur.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung GOR Youth Center, Kampung Melayu, dengan berbagai aktivitas yang ditujukan untuk membantu pemulihan psikologis para pengungsi, baik anak-anak maupun orang dewasa.

Dalam kegiatan ini, warga dewasa diberikan sesi relaksasi olah napas untuk membantu mereka tetap tenang dalam menghadapi tekanan dan pikiran negatif.

Sementara itu, anak-anak diajak bermain berbagai permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta mewarnai dengan krayon untuk menyalurkan kreativitas mereka.

Mahasiswi Fakultas Psikologi UI, Belva Catalina D, yang turut terlibat dalam program ini menyampaikan bahwa dukungan psikososial sangat penting bagi para korban banjir.

“Pengalaman langsung terjun ke lapangan ini tidak hanya membuka mata dan hati, tetapi juga memberikan pelajaran mendalam tentang empati dan kepedulian terhadap sesama yang sedang menghadapi cobaan,” ujar Belva, yang saat ini sedang magang di Mabes Polri.

Belva mengikuti kegiatan trauma healing ini bersama rekan sesama mahasiswa UI, Dita Puspita. Menurutnya, melalui kegiatan ini para pengungsi tidak hanya mendapatkan dukungan moral dan semangat baru, tetapi juga merasakan kehangatan kebersamaan di tengah situasi sulit.

Sementara itu, psikolog dari Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, AKBP M Leberty Adi Surya menjelaskan bahwa trauma healing ini bertujuan untuk membekali para pengungsi agar tetap kuat secara mental dan emosional.

“Ada tiga tujuan utama dalam kegiatan ini. Pertama, mempertahankan kemampuan sosial pengungsi terdampak bencana banjir. Kedua, memberikan dukungan mental dan emosional kepada para pengungsi. Ketiga, mempertahankan kemampuan motorik dan psikososial anak-anak di posko pengungsian,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa trauma healing ini juga membantu membangun interaksi positif antara pengungsi anak-anak dan orang dewasa.

“Kami memberikan energizing games kepada anak-anak, serta relaksasi olah napas dan tapping bagi pengungsi dewasa untuk mengurangi stres,” jelasnya.

Program trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian Polri dan mahasiswa terhadap para korban banjir, serta diharapkan dapat membantu mereka menghadapi tantangan pascabencana dengan lebih baik. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Revitalisasi Sekolah Hadirkan Lingkungan Belajar yang Lebih Layak, Siswi SMPN 9 Pangkalpinang Apresiasi Pemerintah
Densus 88 Gelar Kampanye Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di CFD Makassar
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
Profil Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1994
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi
komentar
beritaTerbaru