Senin, 06 Juli 2026

Program MBG Capai 38 Provinsi, Layani Lebih dari 2 Juta Penerima

Selasa, 25 Februari 2025 15:33 WIB
Program MBG Capai 38 Provinsi, Layani Lebih dari 2 Juta Penerima
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kini telah menjangkau 38 provinsi di Indonesia dan melayani lebih dari 2 juta penerima manfaat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan perkembangan ini usai melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Ia menyebut capaian ini sebagai langkah besar dalam pemerataan akses gizi bagi masyarakat.

“Tadi kami melaporkan pelaksanaan program makan bergizi yang kini sudah berjalan di seluruh 38 provinsi. Papua Tengah baru bergabung hari ini, dengan tambahan 117 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Dalam satu setengah bulan, kami telah mencapai 693 satuan pelayanan, dan pekan ini insyaallah melayani lebih dari 2 juta penerima manfaat,” ujar Dadan.

Selama bulan Ramadan, BGN melakukan sejumlah penyesuaian dalam mekanisme pendistribusian makanan. Anak-anak yang berpuasa akan membawa makanan bergizi ke rumah untuk dikonsumsi saat berbuka.

“Makanan tetap diberikan saat sekolah masuk, tetapi tidak langsung dikonsumsi di sekolah. Untuk yang berpuasa bisa dimakan saat berbuka, sementara yang tidak berpuasa bisa memakannya di tempat lain,” jelas Dadan.

Jenis makanan yang diberikan selama Ramadan juga disesuaikan agar lebih tahan lama. Beberapa di antaranya adalah susu, telur rebus, kurma, kue kering, dan buah.

Sesekali, program ini juga akan menyediakan bubur kacang hijau atau kolak, dengan tetap memperhatikan keseimbangan gizi yang mencakup protein, karbohidrat, dan serat.

Selain memberikan makanan bergizi, program MBG juga mengajarkan edukasi lingkungan dengan sistem tukar kemasan makanan.

“Ada uji coba di Sukabumi, di mana anak-anak membawa pulang makanan dengan kantong yang harus ditukar kembali keesokan harinya. Ini untuk mengurangi sampah dan melatih kedisiplinan,” kata Dadan.

Program MBG akan terus berjalan hingga menjelang Idul Fitri, dengan evaluasi rutin setiap minggu untuk memastikan efektivitasnya.

“Ada usulan agar daerah non-Muslim tetap memasak seperti biasa, tetapi karena tetap ada yang berpuasa, kami akan evaluasi mekanisme terbaiknya dalam satu minggu ke depan,” pungkasnya. (R3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Revitalisasi Sekolah Hadirkan Lingkungan Belajar yang Lebih Layak, Siswi SMPN 9 Pangkalpinang Apresiasi Pemerintah
Densus 88 Gelar Kampanye Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di CFD Makassar
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
Profil Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1994
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi
komentar
beritaTerbaru