Kamis, 08 Oktober 2026

Program MBG Capai 38 Provinsi, Layani Lebih dari 2 Juta Penerima

Selasa, 25 Februari 2025 15:33 WIB
Program MBG Capai 38 Provinsi, Layani Lebih dari 2 Juta Penerima
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/2/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kini telah menjangkau 38 provinsi di Indonesia dan melayani lebih dari 2 juta penerima manfaat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan perkembangan ini usai melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

Ia menyebut capaian ini sebagai langkah besar dalam pemerataan akses gizi bagi masyarakat.

“Tadi kami melaporkan pelaksanaan program makan bergizi yang kini sudah berjalan di seluruh 38 provinsi. Papua Tengah baru bergabung hari ini, dengan tambahan 117 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Dalam satu setengah bulan, kami telah mencapai 693 satuan pelayanan, dan pekan ini insyaallah melayani lebih dari 2 juta penerima manfaat,” ujar Dadan.

Selama bulan Ramadan, BGN melakukan sejumlah penyesuaian dalam mekanisme pendistribusian makanan. Anak-anak yang berpuasa akan membawa makanan bergizi ke rumah untuk dikonsumsi saat berbuka.

“Makanan tetap diberikan saat sekolah masuk, tetapi tidak langsung dikonsumsi di sekolah. Untuk yang berpuasa bisa dimakan saat berbuka, sementara yang tidak berpuasa bisa memakannya di tempat lain,” jelas Dadan.

Jenis makanan yang diberikan selama Ramadan juga disesuaikan agar lebih tahan lama. Beberapa di antaranya adalah susu, telur rebus, kurma, kue kering, dan buah.

Sesekali, program ini juga akan menyediakan bubur kacang hijau atau kolak, dengan tetap memperhatikan keseimbangan gizi yang mencakup protein, karbohidrat, dan serat.

Selain memberikan makanan bergizi, program MBG juga mengajarkan edukasi lingkungan dengan sistem tukar kemasan makanan.

“Ada uji coba di Sukabumi, di mana anak-anak membawa pulang makanan dengan kantong yang harus ditukar kembali keesokan harinya. Ini untuk mengurangi sampah dan melatih kedisiplinan,” kata Dadan.

Program MBG akan terus berjalan hingga menjelang Idul Fitri, dengan evaluasi rutin setiap minggu untuk memastikan efektivitasnya.

“Ada usulan agar daerah non-Muslim tetap memasak seperti biasa, tetapi karena tetap ada yang berpuasa, kami akan evaluasi mekanisme terbaiknya dalam satu minggu ke depan,” pungkasnya. (R3)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Argentina Libas Benin 3-0, Messi Tutup Laga Internasional dengan Gol
Pemprov Sumut-Kejati Perkuat Pendampingan Sekolah Cegah Penyimpangan Anggaran
Timnas Indonesia Satu Grup dengan Jepang, Qatar, dan Thailand di Piala Asia 2027
Spanyol Comeback 2-1 atas Kroasia, Mikel Merino Jadi Pahlawan
Harry Kane Brace, Inggris Hajar Republik Ceko 3-0 di Wembley
Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi
komentar
beritaTerbaru