Senin, 06 Juli 2026

Delapan Warga Pemerlu Pelayanan Sosial Ditangani di RPS Ambarawa

Selasa, 04 Februari 2025 09:09 WIB
Delapan Warga Pemerlu Pelayanan Sosial Ditangani di RPS Ambarawa
Bupati Semarang Ngesti Nugraha meresmikan Rumah Singgah di Kelurahan Kranggan, Ambarawa, pada Senin (3/2/2025), untuk mendukung penanganan warga penyandang masalah sosial. (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Semarang meresmikan Rumah Perlindungan Sosial (RPS) di Kelurahan Kranggan, Ambarawa, Senin.

Rumah singgah ini didirikan untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), lansia terlantar, warga tuna sosial, serta penyandang masalah sosial lainnya.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menegaskan bahwa pembangunan RPS ini merupakan salah satu langkah Pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Pemkab membangun rumah singgah ini sebagai salah satu upaya agar semuanya sehat," kata Ngesti saat peresmian.

Selain meresmikan RPS, Pemkab Semarang juga meluncurkan mobil operasional untuk mendukung penanganan warga penyandang masalah sosial di daerah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, menjelaskan bahwa RPS Ambarawa memiliki berbagai fasilitas, termasuk empat ruang isolasi untuk ODGJ tingkat gangguan berat dan satu ruangan untuk ODGJ ringan. Selain itu, tersedia shelter khusus untuk lansia, anak-anak terlantar, dan penyandang disabilitas.

"Total kapasitas tampung sebanyak 18 tempat tidur. Dalam kondisi tertentu, daya tampung dapat dikembangkan menjadi dua kali lipatnya," jelasnya.

Hingga menjelang peresmian, RPS Ambarawa telah menangani delapan warga penyandang masalah sosial yang berasal dari berbagai daerah, seperti Banten, Tangerang, Pemalang, dan Temanggung.

Istichomah menambahkan bahwa warga yang ditampung di RPS hanya transit sementara. Sesuai dengan prosedur operasional standar, mereka akan tinggal di RPS maksimal 7x24 jam sebelum dikembalikan ke keluarga atau dipindahkan ke panti pelayanan sosial yang lebih memadai.

Selama masa transit, mereka mendapatkan pendampingan dari tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), Taruna Tanggap Bencana (Tagana), serta pekerja sosial lainnya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengapresiasi kehadiran RPS Ambarawa yang dianggap sangat membantu tugas pelayanan sosial di provinsi.

"Ini akan sangat membantu tugas kami," ujarnya.

Dengan keberadaan RPS Ambarawa, diharapkan penanganan bagi warga penyandang masalah sosial di Kabupaten Semarang semakin efektif dan terkoordinasi dengan baik. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Densus 88 Gelar Kampanye Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di CFD Makassar
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
Profil Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1994
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi
Kemendikdasmen Luncurkan SPMB PJJ 2026, Upaya Kembalikan Jutaan Anak Tidak Sekolah
komentar
beritaTerbaru