Kamis, 08 Oktober 2026

Pemerintah Fokus Investasi pada SDM untuk Atasi Stunting, Angka Prevalensi Capai 21,5%

Minggu, 08 Desember 2024 11:38 WIB
Pemerintah Fokus Investasi pada SDM untuk Atasi Stunting, Angka Prevalensi Capai 21,5%
Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Amich Alhumami, berbicara tentang investasi SDM untuk mengatasi stunting dalam GAVI Board Meeting di Nusa Dua, Bali, Selasa (3/12/2024).
Bali (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya investasi pada sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci utama dalam pembangunan nasional, khususnya dalam mengatasi masalah stunting yang hingga saat ini prevalensinya mencapai 21,5%.

Fokus utama diarahkan pada sektor kesehatan dan pendidikan, yang dianggap sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat.

“Investasi pada kesehatan sangat berdampak pada perkembangan akademik anak-anak. Ini menjadi alasan mengapa kita perlu fokus pada dua sektor ini,” ujar Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas, Amich Alhumami, dalam sesi diskusi GAVI Board Meeting di Hotel Hilton, Nusa Dua, Bali, Selasa.

Amich menjelaskan bahwa stunting memiliki dampak signifikan pada perkembangan kognitif anak. Penelitian menunjukkan anak-anak yang mengalami stunting cenderung menghadapi hambatan dalam perkembangan otak dan kemampuan belajar, sehingga memengaruhi prestasi akademik mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah menekankan pentingnya imunisasi dan peningkatan gizi, terutama bagi anak-anak di bawah lima tahun. “Investasi pada SDM harus dimulai sejak usia dini. Masa ini sangat krusial dalam membentuk generasi masa depan yang sehat dan cerdas,” tegas Amich.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil dan mitra pembangunan internasional seperti Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI).

GAVI disebut telah memberikan dukungan teknis dan program yang signifikan dalam memajukan kesehatan dan pendidikan di Indonesia.

Langkah-langkah strategis yang dicanangkan ini diharapkan mampu membangun pondasi yang kuat untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.

Pemerintah percaya bahwa dengan investasi berkelanjutan pada kesehatan dan pendidikan, Indonesia dapat mencapai pembangunan nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Inflasi Sumut Terendah Keempat Nasional, Capai 2,71 Persen
Puslitbang Polri Evaluasi Mutu Pengadaan Barang dan Jasa di Polresta Banda Aceh
Posyandu di Jateng Kini Layani Enam Bidang SPM
KPK: Indeks Integritas Pendidikan 2026 Capai 73,30, Tata Kelola Masih Jadi Tantangan
Pemprov Sumut Perkuat Sinergi Perluas Akses Listrik hingga Pelosok
Argentina Libas Benin 3-0, Messi Tutup Laga Internasional dengan Gol
komentar
beritaTerbaru