Selasa, 07 April 2026

PMI Salurkan 14 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Senin, 18 November 2024 12:04 WIB
PMI Salurkan 14 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Relawan PMI mendistribusikan air bersih menggunakan tangki air ke tandon-tandon penampungan di desa yang terdampak kekeringan.
Jakarta (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) telah mendistribusikan total 14 juta liter air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan di 14 provinsi sepanjang tahun 2024.

Bantuan ini menjangkau 1.049.946 jiwa yang tersebar di 72 kabupaten/kota dan 281 kecamatan yang mengalami krisis air akibat musim kemarau panjang.

"Selama tahun 2024, kami berupaya menyediakan air bersih bagi masyarakat yang kesulitan pasokan akibat musim kemarau panjang. Distribusi ini melibatkan kerja sama dengan PDAM setempat, relawan, donatur, dan masyarakat," kata Sekretaris Jenderal PMI AM Fachir, seperti dilansir dari PMI.

PMI mengerahkan 60 kendaraan tangki air berkapasitas 5.000 liter yang beroperasi hingga tiga kali sehari. Sebanyak 359 relawan terlibat dalam pendistribusian, yang dilakukan ke tandon-tandon air di lingkungan warga.

Di beberapa wilayah, masyarakat turut membantu dengan membuat kolam sederhana sebagai tempat penampungan.

"Masyarakat juga berkontribusi dalam layanan ini. Di Desa Payungan, Ponorogo, Jawa Timur, warga membuat kolam terpal untuk mempermudah penampungan air. Dengan cara ini, mereka tidak perlu mengantri untuk mendapatkan air," kata Ridwan Sobri, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI.

Wilayah-wilayah yang paling terdampak kekeringan adalah Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan, yang tidak mengalami hujan selama lebih dari dua bulan.

Selain mendistribusikan air bersih, PMI juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghemat air selama musim kekeringan ini.

Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya air yang ada dengan lebih bijaksana.

Upaya PMI menjadi wujud nyata komitmen dalam membantu masyarakat yang menghadapi bencana kekeringan.

Program ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan warga untuk mengatasi krisis di tengah kondisi cuaca ekstrem. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru