Selasa, 07 April 2026

Ibu Ida Gunadi Sadikin Tegaskan Pentingnya Eliminasi Kanker Leher Rahim 2030 Usai 5K Fun Run

Senin, 11 November 2024 09:45 WIB
Ibu Ida Gunadi Sadikin Tegaskan Pentingnya Eliminasi Kanker Leher Rahim 2030 Usai 5K Fun Run
Ibu Ida Gunadi Sadikin melintasi garis finis pada acara Ngobrolin HPV 5K Fun Run di Senayan Park, Jakarta, Minggu (10/11/2024), sebagai simbol komitmen terhadap eliminasi kanker leher rahim pada 2030. (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Ibu Ida Gunadi Sadikin, istri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, turut berpartisipasi dalam acara “Ngobrolin HPV 5K Fun Run” yang digelar di Senayan Park, Jakarta, Minggu.

Kehadiran Ibu Ida dalam acara ini menunjukkan komitmen kuatnya terhadap upaya eliminasi kanker leher rahim di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ibu Ida menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, mitra swasta, hingga masyarakat luas, untuk mencapai target eliminasi kanker leher rahim pada 2030.

“Kita harus bergerak bersama. Eliminasi kanker leher rahim membutuhkan peran aktif semua pihak, baik dalam meningkatkan kesadaran maupun mendorong partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Di Indonesia, kanker leher rahim masih menjadi salah satu kanker paling mematikan, dengan puluhan ribu kasus baru setiap tahunnya. Sebagian besar kasus ini ditemukan pada stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhannya rendah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr Siti Nadia Tarmizi MEpid, mengungkapkan bahwa kanker leher rahim merupakan penyakit kanker kedua terbanyak setelah kanker payudara di Indonesia, dan 70% kasus yang ditemukan sudah berada dalam stadium lanjut.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023-2030, yang meliputi peningkatan akses layanan kesehatan, edukasi masyarakat, dan perluasan cakupan imunisasi HPV.

Dalam pilar pertama RAN, pemerintah meluncurkan program imunisasi HPV yang ditargetkan bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Pada 2022, cakupan program ini telah mencapai 95% di 112 kabupaten/kota, dan pada 2023 diperluas ke seluruh Indonesia.

“Imunisasi HPV merupakan salah satu langkah konkret untuk melindungi generasi mendatang. Saya berharap semua orang tua menyadari pentingnya imunisasi ini dan mendukung anak-anak untuk mendapatkannya,” ucap Ibu Ida.

Selain imunisasi, pemerintah juga menjalankan program skrining dini untuk perempuan berusia 30 hingga 69 tahun melalui metode DNA HPV Co-Testing.

Program ini, yang telah mencakup lebih dari 16.000 perempuan di DKI Jakarta pada 2023, akan diperluas ke seluruh provinsi mulai 2024.

Upaya ini diharapkan dapat menekan angka kejadian kanker leher rahim dan memudahkan deteksi dini yang dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Pemerintah turut mendukung layanan jejaring pengampuan kanker dengan menunjuk RS Kanker Dharmais sebagai koordinator nasional dan meluncurkan jaringan rumah sakit pengampuan kanker di seluruh wilayah.

Tujuannya adalah memastikan akses layanan deteksi dan penanganan kanker berkualitas bagi setiap perempuan di Indonesia.

Menutup acara, Ibu Ida menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara tersebut dan mengajak seluruh perempuan untuk melindungi diri dari kanker leher rahim.

“Pencegahan kanker leher rahim adalah tanggung jawab bersama. Mari lanjutkan perjuangan ini demi Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari kanker leher rahim,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru