Selasa, 07 April 2026

Kemenkes Kirim Bantuan Kesehatan Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki

Kamis, 07 November 2024 11:04 WIB
Kemenkes Kirim Bantuan Kesehatan Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Petugas kesehatan dari Kemenkes menyalurkan bantuan medis kepada korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, sebagai respons cepat terhadap bencana. (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) bergerak cepat mengirimkan bantuan kepada korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai respons darurat dan bentuk dukungan kemanusiaan bagi korban bencana.

Kepala Puskris, Sumarjaya, mengungkapkan bahwa bantuan kesehatan ini disalurkan secara bertahap untuk memastikan kebutuhan para korban dapat terpenuhi. “Upaya penyaluran bantuan kesehatan telah kami lakukan secara bertahap,” ujar Sumarjaya.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan medis, antara lain 20 unit oxygen concentrator, 10.000 masker dewasa, 5.000 masker anak, 500 buah face shield disposable (pelindung wajah sekali pakai), serta 10 kantong jenazah.

Selain itu, obat-obatan penting seperti 500 ampul Dexamethasone, 1.800 oralit, 20 botol larutan infus glukosa, serta antibiotik seperti Metronidazole, Ciprofloxacin, dan Paracetamol juga disertakan dalam pengiriman.

Kemenkes juga mendirikan pos kesehatan di lokasi terdampak, memberikan pelayanan medis, dan memantau potensi penyakit yang mungkin muncul akibat bencana tersebut.

"Pelayanan kesehatan telah disediakan di pos-pos yang didirikan, dan kami terus memantau kondisi kesehatan masyarakat di pengungsian," tambah Sumarjaya.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi Minggu (3/11/2024), pukul 23.57 WITA. Dua kecamatan, yaitu Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, menjadi wilayah yang terdampak parah.

Hingga Selasa (5/11/2024), bencana ini menelan korban jiwa sebanyak 9 orang dan 138 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian 31 luka berat dan 107 luka ringan.

Sebanyak 4.436 jiwa terpaksa mengungsi ke 24 lokasi pengungsian, sementara 10.295 jiwa lainnya terdampak di kedua kecamatan tersebut.

Selain kerusakan pada pemukiman, sepuluh fasilitas kesehatan turut terdampak, termasuk Puskesmas Boru dan beberapa unit kesehatan lainnya yang kini terpaksa ditutup.

Pelayanan kesehatan rujukan tetap tersedia di sejumlah puskesmas dan rumah sakit terdekat, seperti Puskesmas Ilebura, Puskesmas Lewolaga, dan RSUD Dr Henrikus Fernandez Larantuka.

Kemenkes memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan lebih lanjut guna memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang terdampak erupsi ini. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru