Selasa, 07 Juli 2026

Indonesia Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Fortifikasi Pangan Skala Besar

Rabu, 16 Oktober 2024 12:06 WIB
Indonesia Perkuat Layanan Kesehatan Lewat Fortifikasi Pangan Skala Besar
Diskusi Pembelajaran dan Kolaborasi Antar Negara-negara Selatan terkait Fortifikasi Pangan di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (14/10/2024).
Jakarta (buseronline.com) - Indonesia berpartisipasi dalam diskusi fortifikasi pangan skala besar yang melibatkan negara-negara Selatan, dengan fokus untuk mengatasi defisiensi vitamin dan mineral di masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia telah menerapkan fortifikasi wajib pada garam, tepung terigu, dan minyak goreng.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, dr Niken Wastu Palupi MKM, mengungkapkan bahwa meskipun kesehatan masyarakat Indonesia telah meningkat dalam dua dekade terakhir, defisiensi zat gizi mikro tetap menjadi tantangan serius. Data terkait status zat gizi mikro di Indonesia masih terbatas, dan masalah anemia, terutama pada ibu hamil, masih menjadi perhatian utama.

"Kekurangan zat gizi mikro adalah penyebab kedua terbesar kematian anak balita di Indonesia. Kami berupaya mengatasi masalah ini melalui transformasi kesehatan di pilar layanan primer," ujar dr Niken dalam Diskusi Pembelajaran dan Kolaborasi Antar Negara-negara Selatan terkait Fortifikasi Pangan di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin.

dr Niken juga menekankan perlunya keterjangkauan fasilitas kesehatan, pengobatan, dan peralatan medis untuk meningkatkan layanan primer dan rujukan.

Dalam diskusi tersebut, Meetu Kapur, Director of Nutrition Bill and Melinda Gates Foundation, mencatat bahwa meskipun negara-negara Selatan memiliki regulasi fortifikasi pangan, masih banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan akses terhadap pangan berkualitas.

“Keberhasilan fortifikasi pangan sangat bergantung pada kebijakan yang tepat dan pendanaan yang memadai,” tambah Kapur. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengalaman antara negara-negara dalam menghadapi tantangan malnutrisi yang serupa, termasuk defisiensi dan kelebihan mikronutrien.

Diskusi ini menunjukkan komitmen semua pihak yang terlibat untuk bekerja sama dalam mencari solusi berbasis bukti untuk mengatasi masalah besar yang dihadapi dunia saat ini. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Piala Presiden 2026 Resmi Diluncurkan, Delapan Klub Siap Ramaikan Turnamen Pramusim
Ratusan Atlet Pelajar Ramaikan O2SN SMA/SMK Tingkat Jawa Barat 2026
Bandung Jadi Tuan Rumah Seri IV Kejuaraan PBTI, 1.700 Atlet dari 18 Provinsi Bertanding
Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Hunian Tetap dalam Evaluasi BSRR
komentar
beritaTerbaru