Selasa, 07 April 2026

Rencana Nasional Penanganan Kanker Indonesia Diluncurkan

Sabtu, 05 Oktober 2024 07:24 WIB
Rencana Nasional Penanganan Kanker Indonesia Diluncurkan
Peluncuran Rencana Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional 2024-2034 dalam acara Konferensi Kanker Internasional Indonesia (IICC) 2024 di Bali, Kamis (3/10/2024). (Dok/Sehat Negeriku)
Bali (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan “Rencana Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional 2024-2034” pada acara Konferensi Kanker Internasional Indonesia (IICC) 2024 di Bali, Kamis.

Rencana ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjuangan melawan penyakit mematikan di Indonesia.

Rencana tersebut mencakup enam strategi utama yang dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pengelolaan kanker. Salah satu fokus utama adalah pencegahan dan deteksi dini, di mana pemerintah akan meluncurkan kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gaya hidup sehat dan pentingnya deteksi dini.

Target pemerintah adalah mencapai 70% skrining dan deteksi dini, termasuk kanker serviks dengan metode IVA untuk wanita usia 30-50 tahun, serta metode HPV DNA. Selain itu, skrining kanker paru-paru dan kolorektal juga akan ditargetkan pada kelompok usia tertentu, serta pemeriksaan dini kanker payudara melalui Sadanis dan USG.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya deteksi dini dalam penanganan kanker. “Kanker adalah penyakit yang sangat ditakuti. Namun, dengan deteksi dini, tingkat kesembuhan bisa mencapai 90%,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa imunisasi HPV dapat mencegah kanker serviks.

Untuk mendukung upaya ini, pemerintah berkomitmen menambah fasilitas dan alat kesehatan di rumah sakit di seluruh Indonesia. Hingga 2027, akan tersedia tambahan alat diagnostik seperti 276 mammografi, 236 CT scan, 34 SPECT-CT, dan 8 PET-CT. Pemerintah juga akan meningkatkan kapabilitas rumah sakit di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi untuk menyediakan layanan kanker lengkap, termasuk layanan paliatif.

Dengan rencana komprehensif ini, Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh dalam pengendalian kanker di tingkat regional dan global. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru