Senin, 06 Juli 2026

Bantuan Alkes dari Kemenkes Tingkatkan Pelayanan di Tiga RS Surabaya

Senin, 15 Januari 2024 03:19 WIB
Bantuan Alkes dari Kemenkes Tingkatkan Pelayanan di Tiga RS Surabaya
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin memastikan langsung alat kesehatan tersebut telah digunakan di tiga rumah sakit, Sabtu (13/1/2024). (Dok/Kemenkes RI)
Surabaya (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengirimkan bantuan sejumlah alat kesehatan ke RSUD Soetomo, RSUD Haji, dan RS Universitas Airlangga Surabaya. Bantuan tersebut telah membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di tiga RS itu.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memastikan langsung alat kesehatan tersebut telah digunakan di tiga rumah sakit.

“Saya mau memastikan semua bantuan alat kesehatan telah digunakan, dan semoga dapat membantu pelayanan kesehatan di Surabaya,” kata Menkes Budi.

Spesialis Onkologi Radiasi RSUD Dr Soetomo dr Dyah Erawati SpRad (K) Onk Rad mengatakan bantuan dari Kemenkes telah mengurai antrean pasien yang akan mendapatkan radiasi.

Ia menjelaskan RSUD Dr Soetomo memiliki empat bunker radioterapi. Empat bunker itu seharusnya terisi empat alat radiasi yang bekerja secara baik agar semua pasien terlayani dengan baik.

Jumlah pasien di Rumah Sakit Dr Soetomo yang berkunjung ke radioterapi rata-rata adalah 1.430 per tahun. Namun, sebelum mendapatkan bantuan dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN), RS Dr Soetomo hanya bekerja dengan dua alat klinik sehingga mengakibatkan antrean pasien.

Antrean pasien yang akan mendapatkan layanan radiasi berlangsung selama 9 sampai 10 bulan. “Kami sangat berterima kasih dengan bantuan dari Kemenkes telah membantu satu alat radiasi sehingga dapat mengurai antrean pasien untuk mendapatkan radiasi,” ucap dr Dyah.

Meski mendapatkan tambahan satu alat dari Kemenkes, dr Dyah menjelaskan, masih ada satu bunker radioterapi yang belum terisi. Jika bunker radioterapi itu sudah terisi, antrean pasien akan makin terurai.

“Kami berharap dari Kemenkes dapat memberikan bantuan lagi supaya Rumah Sakit Dr. Soetomo bisa mengatasi antrean pasien,” ungkapnya.

Selain alat radiasi, Kementerian Kesehatan juga mengirimkan alat kesehatan lainnya di antaranya berupa akselerator linier atau linear accelerator (LINAC) untuk pengobatan kanker, mesin pintas jantung paru (heart lung machine), set peralatan endourologi untuk pemeriksaan saluran kemih, ablasi laser atau laser for ablation, serta sejumlah alat untuk pemeriksaan dan perawatan janin sebelum dilahirkan seperti set peralatan fetal therapy dan surgery, USG fetomaternal high end, USG guiding fetal therapy/fetoscopy, non-stress test (NST), central NST, dan USG mobile bayi dan anak.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kemenkes, atas bantuan untuk pemberian alat radiasi untuk Rumah Sakit Dr Soetomo,” katanya.

Sementara itu, dr Cahyo Wibisono Nugroho SpPD, selaku manajer penunjang medis RS Universitas Airlangga juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas bantuan alat kesehatan dalam program layanan prioritas kanker, stroke, jantung, dan uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.

Bantuan alat dari Kemenkes akan digunakan untuk pelayanan pasien dan pendidikan. Bantuan alat kesehatan tersebut di antaranya USG doppler untuk pemeriksaan aliran darah, troli emergency yang berisi peralatan dan obat-obatan untuk keadaan gawat darurat, dan alat penghangat darah (blood infusion warmer), serta penghangat, schiller, dan fototerapi untuk bayi.

“Sekali, lagi kami ucapkan terima kasih atas bantuan alat kesehatan yang insya Allah akan kami gunakan untuk pelayanan masyarakat secara optimal, dan juga sebagai wahana pendidikan untuk kawan-kawan dokter Indonesia di masa depan,” ucap dr Cahyo.

Untuk RSUD Haji Surabaya, Kemenkes mengirimkan alat kesehatan berupa set endourologi yang terdiri atas monitor system, adult lower tract set, bipolar system, URS, adult PCNL, dan swiss lithoclast.

Dokter di RSUD Haji dr Ahmad Nadhir SpU mengatakan bantuan alkes dari Kemenkes membantu meningkatkan jumlah operasi yang dilakukan perhari.

“Kemudian, dengan adanya alat ini, pasien-pasien yang sebelumnya dilakukan operasi terbuka sekarang bisa dilakukan dengan operasi endoskopi. Jadi, sebelumnya pasien ada sayatan untuk operasi batu buli besar sekarang dengan alat ini tanpa perlu sayatan,” katanya.

Bantuan alat dari Kemenkes juga membuat RSUD Haji dapat mempercepat turnover atau perputaran pasien yang akan melakukan operasi urologi. Sebab, keberadaan lebih banyak alat membuat waktu sterilisasi lebih cepat.

Ia menambahkan, saat ini RSUD Haji memiliki tidak hanya satu set tetapi dua set endourologi. “Alat ini melengkapi kebutuhan alat-alat yang ada di urologi sehingga merupakan salah satu unggulan di bidang kita (urologi),” ucap dr Ahmad.

Ia mengharapkan ke depannya ada bantuan alkes lain untuk tindakan pemecahan batu ginjal dengan gelombang kejut tanpa luka operasi (ESWL) sehingga tata laksana di urologi menjadi lebih lengkap. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Menkeu: APBN 2026 Jadi Investasi Strategis Bangun SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Revitalisasi Sekolah Hadirkan Lingkungan Belajar yang Lebih Layak, Siswi SMPN 9 Pangkalpinang Apresiasi Pemerintah
Densus 88 Gelar Kampanye Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di CFD Makassar
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
Profil Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1994
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
komentar
beritaTerbaru