Rabu, 04 November 2026

20.521 Posyandu di Jawa Tengah Terapkan Enam SPM, Nawal Yasin Tekankan Pelayanan Berdampak bagi Masyarakat

Rabu, 04 November 2026 16:20 WIB
20.521 Posyandu di Jawa Tengah Terapkan Enam SPM, Nawal Yasin Tekankan Pelayanan Berdampak bagi Masyarakat
Foto bersama Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (2/11/2026).

Semarang (buseronline.com) - Sebanyak 20.521 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Jawa Tengah telah bertransformasi dengan menerapkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dilansir dari laman Jatengprov, transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan transformasi Posyandu tidak cukup hanya dengan menambah jenis layanan. Diperlukan perubahan pendekatan agar keberadaan Posyandu benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Nawal saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, pada 2 November 2026. "Transformasi enam layanan ini bukan hanya menggelar meja, tapi bagaimana kita melakukan perubahan-perubahan pendekatan," ujar Nawal.

Berdasarkan data Sistem Informasi Posyandu (SIP), dari total 49.149 lembaga Posyandu di Jawa Tengah, sebanyak 20.521 telah menerapkan enam bidang SPM. Sementara itu, 2.256 lembaga telah terdaftar dalam register Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sedangkan Posyandu lainnya masih dalam proses transformasi.

Enam bidang pelayanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas).

Nawal menjelaskan, transformasi tersebut mulai mendorong munculnya berbagai inovasi pelayanan di sejumlah daerah. Salah satunya Kota Surakarta yang mengembangkan pelayanan berbasis digital dan menghadirkan layanan konseling.

Ia berharap kader Posyandu dapat menjadi ujung tombak dalam mengidentifikasi kebutuhan warga sekaligus membantu mendekatkan akses terhadap pelayanan dasar.

Selain memberikan pelayanan secara langsung, Posyandu juga diharapkan menjadi penghubung masyarakat dengan berbagai program pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan, Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sebagai langkah konkret, Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah menyepakati kerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Walisongo.

Dalam kegiatan tersebut, Nawal turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah Posyandu tingkat kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan atas inovasi pelayanan enam SPM yang telah dilaksanakan.

Pada kesempatan yang sama, Nawal mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor pengumpulan minyak jelantah oleh ASN dan pegawai BUMD terbanyak.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan mengumpulkan 31.032,44 liter minyak jelantah dengan melibatkan 60.680 pegawai. Penghargaan diserahkan oleh Senior Representative MURI, Ari Adriyani.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi capaian transformasi Posyandu enam SPM di wilayahnya. Ia meminta seluruh layanan yang telah tersedia terus dioptimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Kader-kader Posyandu ini luar biasa tugasnya, melebihi gubernur, bupati, dan wali kota. Dan kader-kader inilah yang membantu kita sebenarnya," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Wagub Jateng Luncurkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dampingi Perbaikan Data Bansos
Airin Rico Waas Ajak Anak-anak Kenali Mitigasi Bencana Sejak Dini
1,49 Juta Warga Jateng Terlibat Judi Online, Pemprov Siapkan Langkah Penindakan
Pemprov Jateng Buka Beasiswa S1 dan S2 untuk Guru Madrasah Diniyah
Skor SPI Klaten 73,97, KPK Dorong Pembenahan Tata Kelola Pemerintahan
Ahmad Luthfi Raih Detik Jateng-Jogja Award 2026, Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun
komentar
beritaTerbaru