Rabu, 04 November 2026

Wagub Jateng Luncurkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dampingi Perbaikan Data Bansos

Rabu, 04 November 2026 09:30 WIB
Wagub Jateng Luncurkan Pandu Tangguh, Kader Posyandu Dampingi Perbaikan Data Bansos
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meluncurkan program Pandu Tangguh di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (2/11/2026).

Semarang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meluncurkan program Pandu Tangguh di Gedung Gradhika Bhakti Praja, pada 2 November 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, program ini bertujuan meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos) dengan melibatkan kader Posyandu untuk mendampingi masyarakat dalam mengakses layanan Perlinsos Digital.

Melalui program Pandu Tangguh, kader Posyandu di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah akan mendapatkan pelatihan penggunaan portal Perlinsos. Mereka nantinya bertugas membantu masyarakat mengakses layanan, mengajukan sanggahan, serta memperbaiki data penerima bantuan sosial yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengatakan Pandu Tangguh merupakan implementasi transformasi Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya pada bidang sosial.

"Jadi pada hari ini kita me-launching Pandu Tangguh, bagaimana nanti kader-kader di Posyandu 35 kabupaten/kota ini kita latih, untuk bagaimana cara menggunakan aplikasi Perlinsos," kata Nawal seusai Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

Menurut Nawal, pendampingan akan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat rentan, seperti perempuan miskin, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Hal itu dilakukan karena masih ditemukan sejumlah persoalan dalam pendataan penerima bansos.

Di antaranya warga yang masuk dalam pengelompokan desil tidak sesuai kondisi ekonomi, masyarakat kurang mampu yang belum terdata sebagai penerima bantuan, hingga warga yang sebelumnya menerima bantuan tetapi kemudian dicoret dari daftar penerima.

Melalui Pandu Tangguh, kader Posyandu diharapkan dapat membantu masyarakat menyampaikan sanggahan apabila terjadi ketidaksesuaian data maupun perubahan status kepesertaan bantuan sosial.

"Dan terus juga bagaimana ketika mengajukan satu bantuan, ternyata ditutup (dicoret) bantuannya, bagaimana caranya menjawab sanggahan yang ada di aplikasi ini," jelasnya.

Nawal menegaskan, keterlibatan kader Posyandu menjadi upaya mendekatkan pelayanan sosial kepada masyarakat. Dengan pendampingan langsung, warga diharapkan lebih mudah menggunakan aplikasi Perlinsos dan mengikuti prosedur perbaikan data.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi peluncuran program Pandu Tangguh. Menurutnya, program tersebut menjadi solusi untuk membantu masyarakat yang selama ini mengalami kendala terkait ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial.

Ia menilai, keberadaan kader Posyandu dapat mempermudah masyarakat dalam mengajukan sanggahan maupun mengusulkan penilaian ulang berdasarkan kondisi sosial ekonomi yang sebenarnya.

"Ketika masyarakat didampingi oleh Posyandu, bagaimana nanti ada sanggahan, mengusulkan penilaian yang harus masuk, ini akan memudahkan masyarakat," ujar Gus Yasin.

Program Pandu Tangguh juga sejalan dengan program Kecamatan Berdaya yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Program tersebut diarahkan untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan pendampingan kepada kelompok rentan, seperti ibu, lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas.

Taj Yasin berharap, kader Posyandu dapat berperan aktif dalam meningkatkan akurasi data kesejahteraan sosial melalui kolaborasi dengan operator pendataan di tingkat desa.

"Kami berharap Posyandu nanti juga bisa memberikan pendampingan langsung, berkolaborasi dengan operator pendataan yang ada di desa masing-masing," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Airin Rico Waas Ajak Anak-anak Kenali Mitigasi Bencana Sejak Dini
1,49 Juta Warga Jateng Terlibat Judi Online, Pemprov Siapkan Langkah Penindakan
Pemprov Jateng Buka Beasiswa S1 dan S2 untuk Guru Madrasah Diniyah
Skor SPI Klaten 73,97, KPK Dorong Pembenahan Tata Kelola Pemerintahan
Ahmad Luthfi Raih Detik Jateng-Jogja Award 2026, Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Optimistis Tembus Rp110 Triliun
komentar
beritaTerbaru