Menurut Budu, perubahan pola hidup dan transisi demografi turut memengaruhi tren penyakit mata di Indonesia. Karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk menekan angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah atau ditangani.
Ia menyebut katarak masih menjadi salah satu penyebab utama kebutaan di dunia sehingga upaya pencegahan dan penanganannya perlu terus ditingkatkan.
Perdami pun menyambut baik penguatan sinergi dengan Kemenkes dalam mengatasi persoalan kesehatan mata nasional. Budu mengajak seluruh cabang Perdami di Indonesia untuk mempercepat upaya penanggulangan kebutaan akibat katarak serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata.
Peringatan World Sight Day 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan memperoleh penanganan yang tepat sejak dini.
Melalui penguatan deteksi dini, peningkatan kapasitas layanan kesehatan, dan pemerataan tenaga medis, pemerintah berharap beban gangguan penglihatan di Indonesia dapat ditekan sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan mandiri. (R)
beritaTerkait
komentar