Pemprov
Jawa Barat juga mendorong pembentukan tim terpadu yang aktif mencari dan membantu warga yang membutuhkan perhatian, termasuk ibu hamil KEK, balita gizi kurang, serta anak yang tidak bersekolah.
Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, tetapi juga mengoptimalkan gotong royong, potensi masyarakat, dunia usaha, dan dukungan berbagai lembaga.
Di lingkungan pemerintah provinsi, aparatur sipil negara (ASN) turut dilibatkan untuk membantu keluarga sasaran melalui pemetaan penerima manfaat dan pendampingan sesuai kebutuhan di lapangan.
Herman menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
Ukuran utamanya adalah perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, mulai dari pasien TBC yang menuntaskan pengobatan, ibu hamil yang memperoleh asupan gizi memadai, hingga balita yang tumbuh sehat.
"Pemerintahan itu untuk rakyat. Kita harus bergerak bersama agar tidak ada ibu hamil yang mengalami
kekurangan energi kronis, tidak ada balita yang kekurangan gizi, dan
Jawa Barat bisa bebas TBC. Kalau bisa lebih cepat, lebih baik," kata Herman. (R)
beritaTerkait
komentar