Kamis, 17 September 2026

Karasa Jadi Upaya Pemko Bandung Perkuat Pencegahan Stunting

Kamis, 17 September 2026 15:10 WIB
Karasa Jadi Upaya Pemko Bandung Perkuat Pencegahan Stunting
Kepala DPPKB Kota Bandung Anhar Hadian SKM MTrAP dalam SONATA Talkshow bertema “Karasa dan Dashat: Bergerak Bersama Wujudkan Keluarga Sehat”, Selasa (15/9/2026).

Implementasi Karasa saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Pemko Bandung telah melakukan pilot project di tiga kelurahan dan terus melakukan koordinasi dengan perangkat daerah terkait.

DPPKB juga tengah mempersiapkan Aplikasi Karasa yang akan digunakan sebagai sarana pelaporan dan monitoring program.

"Sekarang kita sudah melakukan pilot project di tiga kelurahan. Kemudian kita sedang mempersiapkan aplikasi untuk pelaporan Karasa. Aplikasi ini insyaallah menjadi alat monitoring yang efektif untuk melihat keberhasilan Karasa di sebuah daerah," kata Anhar.

Aplikasi tersebut ditargetkan dapat diterapkan di seluruh kelurahan di Kota Bandung sehingga perkembangan pelaksanaan program dapat dipantau secara lebih optimal.

Dalam pelaksanaannya, Karasa mengandalkan kelompok masyarakat sebagai penggerak utama. Dapur sehat dapat memanfaatkan rumah warga, fasilitas masyarakat, maupun bangunan yang tidak digunakan.

Kelompok pengelola umumnya terdiri dari sedikitnya 10 orang yang terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari pengadaan bahan, pengolahan, memasak hingga pendistribusian makanan.

Selain pemenuhan gizi, edukasi kepada orang tua menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Anhar mengatakan persoalan pemenuhan gizi anak tidak selalu berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga pengetahuan orang tua mengenai makanan bergizi dan pola asuh.

"Bisa jadi banyak orang tua di Kota Bandung yang tidak punya kemampuan memberikan makanan bergizi kepada anak, dan ini bukan selalu masalah ekonomi," katanya.

Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

"Golden period itu sebenarnya 1.000 HPK, sejak awal kandungan hingga anak umur dua tahun. Kalau itu terlewat, tentu sangat disayangkan," ujarnya.

Menurut Anhar, pola komunikasi antara kader dan orang tua juga menjadi tantangan dalam memberikan edukasi. Kader perlu menyesuaikan pendekatan dengan karakter serta cara menerima informasi dari masing-masing orang tua.

"Pola komunikasi itu menjadi tantangan yang seru dan luar biasa. Kader harus memahami kondisi psikologis orang tua supaya edukasi yang diberikan bisa diterima dengan baik," pungkasnya.

Melalui Karasa, Pemko Bandung berharap Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dashat dapat bergerak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, pemenuhan gizi, dan edukasi keluarga dalam upaya menekan angka stunting di Kota Bandung. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Galeri Patrakomala Dilirik Peserta Rakerda Dekranasda Jabar, Buka Peluang Kolaborasi
Wagub Jabar Ajak Mahasiswa IKOPIN Jadi Garda Terdepan Pengabdian kepada Masyarakat
Wagub Jabar Ajak Mahasiswa IKOPIN Jadi Garda Terdepan Pengabdian kepada Masyarakat
Pemko Bandung Targetkan Pendapatan Rp7,46 Triliun pada APBD 2027
Pemko Bandung Perketat Pengawasan MBG, Tiga SPPG Masuk Pengawasan Khusus
Pemko Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
komentar
beritaTerbaru