Sabtu, 05 September 2026

Kemenkes Luncurkan 25 Prodi PPDS Hospital-Based, 54 Peserta Batch IV Mulai Pendidikan

Sabtu, 05 September 2026 16:55 WIB
Kemenkes Luncurkan 25 Prodi PPDS Hospital-Based, 54 Peserta Batch IV Mulai Pendidikan
Peluncuran PPDS berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada RSPPU Batch V di Auditorium Dr J Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluncurkan 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Batch V.

Dilansir dari laman Kemkes, peluncuran tersebut berlangsung di Auditorium Dr J Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, pada 3 September 2026.

Dalam kegiatan yang sama, Kemenkes juga menyerahkan 54 peserta PPDS Batch IV kepada enam RSPPU untuk memulai pendidikan dokter spesialis.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Pratikno mengatakan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan kedokteran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Pratikno, kebutuhan dokter spesialis harus menjadi dasar dalam menentukan pembukaan program pendidikan, bukan semata berdasarkan kesiapan perguruan tinggi.

"Pada akhirnya kita bisa merealisasikan sebuah mimpi dari pelayanan publik, yaitu customer first, citizen first, demand-driven," ujar Pratikno.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program Hospital-Based dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan jumlah dokter spesialis dan persoalan distribusi tenaga spesialis yang belum merata di Indonesia.

Budi menilai penambahan peserta didik saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu memperbanyak rumah sakit yang menjadi pusat pendidikan dokter spesialis dengan tetap memastikan standar mutu pendidikan.

"Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit," kata Budi.

Sebanyak 54 peserta PPDS Batch IV kemudian diserahterimakan kepada enam RSPPU. Peserta tersebut terdiri dari 10 orang pada Prodi Jantung dan Pembuluh Darah di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, delapan orang pada Prodi Ilmu Kesehatan Anak di RS Anak dan Bunda Harapan Kita, serta enam orang pada Prodi Onkologi Radiasi di RS Kanker Dharmais.

Selanjutnya, masing-masing 10 peserta ditempatkan pada Prodi Ortopedi dan Traumatologi di RS Ortopedi Prof Dr R Soeharso, Prodi Ilmu Kesehatan Mata di RS Mata Cicendo, serta Prodi Neurologi di RS Pusat Otak Nasional Prof Dr dr Mahar Mardjono.

Presiden dan CEO ACGME International James A Arrighi turut mengapresiasi pengembangan PPDS berbasis rumah sakit di Indonesia. Ia menyebut empat prodi telah memperoleh akreditasi ACGME International, yakni Neurologi, Kesehatan Mata, Bedah Ortopedi, dan Kesehatan Anak.

Sementara Prodi Onkologi Radiasi dan Kardiologi masih menjalani proses akreditasi. James mengatakan peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui akreditasi, tetapi juga melalui perbaikan kualitas secara berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, humanis, dan saling menghormati bagi para residen.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Fauzan mengatakan peluncuran 25 prodi baru menjadi langkah penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kemenkes dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mengembangkan pendidikan dokter spesialis.

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Yan Hiksas juga menilai PPDS Hospital-Based merupakan terobosan penting untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.

"Karena itu terobosan dari Pak Menteri ini luar biasa dan kami pasti akan kerja keras untuk mendukung ini," ujarnya.

Melalui peluncuran PPDS Hospital-Based Batch V dan serah terima peserta Batch IV, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penerapan standar nasional dan internasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Korlantas Polri Perkuat Kamseltibcarlantas Berbasis Data dan Teknologi
Korlantas Polri Evaluasi Turjawali Berbasis Aplikasi, Perkuat Digitalisasi Keselamatan Lalu Lintas
Seragam Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 Resmi Diluncurkan, Bawa Filosofi Gorga dan Limar
Kemenkes Luncurkan SATUSEHAT RME, Rekam Medis Pasien Terintegrasi Nasional
Pemerintah Terbitkan Izin 25 Prodi PPDS Hospital-Based untuk Perkuat Tenaga Dokter Spesialis di Daerah 3T
Kemenkes Perkuat Penanganan Dampak Kesehatan Akibat Karhutla
komentar
beritaTerbaru