Sabtu, 22 Agustus 2026

Eks Pabrik Kina Bandung Jadi Jejak Sejarah Industri Farmasi Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 19:46 WIB
Eks Pabrik Kina Bandung Jadi Jejak Sejarah Industri Farmasi Indonesia
Eks Pabrik Kina di kawasan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, menjadi salah satu saksi penting perjalanan industri farmasi Indonesia.
Dokumen perdagangan tahun 1916 mencatat adanya transaksi dan kredit pengiriman kina dari Bandung menuju Rusia.

Pada masa pendudukan Jepang, produksi pil dan tablet kina dari Bandung juga dikirim ke Jepang serta sejumlah wilayah lainnya untuk mendukung kebutuhan Jepang selama Perang Pasifik.

Salah satu produk yang dihasilkan adalah tota kina, yaitu kina yang belum dipisahkan dari berbagai alkaloid yang terkandung di dalamnya.

Seiring perkembangan kebutuhan operasional, produksi kemudian dipindahkan ke pabrik baru di Banjaran, Kabupaten Bandung, pada 2020.

Hilman menilai perjalanan Pabrik Kina menunjukkan besarnya kontribusi industri tersebut terhadap sektor kesehatan sekaligus perdagangan internasional pada masanya.

"Ini bukan hanya cerita tentang sebuah bangunan atau pabrik, tetapi tentang bagaimana sebuah industri di Bandung pernah memiliki peran dalam rantai pasok kina dunia. Karena itu, nilai sejarahnya penting untuk terus dikenalkan kepada generasi sekarang," katanya.

Kini, eks Pabrik Kina menjadi pengingat perjalanan panjang industri farmasi Indonesia sekaligus bukti bahwa Bandung telah memiliki keterhubungan dengan perdagangan dan perkembangan kesehatan global sejak lebih dari satu abad lalu. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026
Investasi Kota Bandung Tembus Rp6,4 Triliun, Target Akhir Tahun Rp12 Triliun
Pemko Bandung Perkuat UMKM Perempuan, Dorong Akses Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko
Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Peternakan ke Kelompok Ternak di Bandung Barat
Pemko Bandung Usut Tuntas Penebangan 35 Pohon di Empat Lokasi
Kampoeng Rajoet Binong Jati Ubah Botol Plastik Jadi Benang
komentar
beritaTerbaru