Kamis, 20 Agustus 2026

Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan di NTT Pascagempa 7,7 Magnitudo

Kamis, 20 Agustus 2026 11:50 WIB
Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan di NTT Pascagempa 7,7 Magnitudo
Kemenkes RI mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, sebagai langkah cepat menangani dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT, Sabtu (15/8/2026).

Nagekeo (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendirikan dua Rumah Sakit (RS) Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, sebagai langkah cepat menangani dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.

Dilansir dari laman Kemkes, pendirian fasilitas kesehatan darurat tersebut bertujuan memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh pelayanan medis yang aman dan optimal, sekaligus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes RI Agus Jamaludin mengatakan pendirian RS Lapangan merupakan bagian dari respons cepat melalui aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC).

"Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan," ujar Agus di Kabupaten Nagekeo, Selasa.

Di RSUD Aeramo, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait operasional RS Lapangan. Tim juga bekerja sama dengan petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) untuk memantau kondisi kerusakan ruang perawatan.

Pemantauan dilakukan guna memastikan keamanan tenaga kesehatan dan pasien. Berdasarkan hasil koordinasi sementara, RSUD Aeramo masih membutuhkan tambahan tenda untuk mendukung operasional RS Lapangan.

Untuk memperkuat pelayanan medis, Kemenkes mengerahkan tenaga kesehatan dengan berbagai kompetensi. Tim tersebut terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat yang memiliki keahlian di bidang IGD, anestesi dan kamar operasi.

Tenaga medis tersebut berasal dari Tim Utama yang melibatkan unsur kesehatan dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon dan RS Ben Mboi Kupang. Dukungan juga diberikan Tim Back Up dari RS Kariadi.

Selain di Nagekeo, tim medis yang ditugaskan ke RSUD Ende turut disiagakan untuk mendukung operasional RSUD Aeramo apabila terjadi lonjakan kebutuhan pelayanan kesehatan akibat dampak lanjutan gempa.

Dalam respons medis tersebut, Tim EMT juga membawa sejumlah logistik prioritas, di antaranya vaksin dari Bio Farma, satu unit Emergency Kit, 2.000 masker, 1.000 kantong infus HS NS dan 400 pasang sarung tangan medis.

Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan memastikan pemantauan kondisi di wilayah terdampak terus dilakukan. Identifikasi kebutuhan lanjutan juga akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak gempa.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan selama proses pemulihan pascabencana di NTT. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polres Ende Berikan Trauma Healing kepada Anak Korban Gempa di Lokoboko
PMI Sebarluaskan Informasi Akses Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Gempa di Reok
Kapolri Tinjau Posko Pengungsi di Manggarai Tengah, Pastikan Kebutuhan Korban Gempa Terpenuhi
Polri Kerahkan 10 K9 SAR ke Flores untuk Percepat Pencarian Korban Gempa
Kemenkes Percepat Pemulihan Layanan Kesehatan Pascagempa di NTT
komentar
beritaTerbaru