Kamis, 13 Agustus 2026

Kampoeng Rajoet Binong Jati Ubah Botol Plastik Jadi Benang

Kamis, 13 Agustus 2026 10:15 WIB
Kampoeng Rajoet Binong Jati Ubah Botol Plastik Jadi Benang
Kampoeng Rajoet Binong Jati, Kota Bandung, terus mengembangkan inovasi pengelolaan sampah dengan mengolah botol plastik menjadi bahan baku benang.

Bandung (buseronline.com) - Kampoeng Rajoet Binong Jati, Kota Bandung, terus mengembangkan inovasi pengelolaan sampah dengan mengolah botol plastik menjadi bahan baku benang.

Dilansir dari laman Jabarprov, inovasi tersebut dikembangkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai upaya mengurangi persoalan sampah anorganik sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pegiat Lingkungan Hidup Kelurahan Binong sekaligus anggota Pokdarwis, Wawan Setiawan, mengatakan botol plastik yang dikumpulkan dari lingkungan terlebih dahulu dipilah, kemudian dicacah menggunakan mesin pengolah.

"Karena kita ada di Kota Bandung, kebetulan di kewilayahan kita itu lagi menata lingkungan. Memang lagi viralnya kita Bandung itu memang lagi darurat sampah. Jadi kita bisa olah, terutama bekas botol minuman yang biasanya dibuang pengunjung, kita tampung di rumah botol, kita olah lagi, kita cacah lagi," ujar Wawan.

Proses pencacahan menggunakan mesin membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Setelah melalui proses tersebut, botol plastik berubah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan benang. "Ini inovasi dari Pokdarwis untuk bisa mengolah sampah anorganik menjadi lebih bermanfaat," tuturnya.

Pengelolaan sampah juga dilakukan melalui bank sampah dengan memilah berbagai jenis limbah, seperti kardus dan plastik. Khusus botol plastik yang diolah menjadi bahan benang, jumlah sampah yang berhasil dikurangi mencapai sekitar 100 kilogram setiap bulan.

Wawan mengatakan, penerapan program tersebut pada awalnya tidak mudah. Masyarakat masih membutuhkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali limbah.

"Kalau kita sosialisasi ke masyarakat itu memang susah menyadarkan masyarakat. Tapi kalau diperlihatkan dengan hasil karya kita, ternyata semuanya sekarang sudah mulai mendukung," katanya.

Hasil pengolahan sampah yang memiliki nilai ekonomi kemudian membuat masyarakat semakin tertarik untuk berpartisipasi. Limbah yang sebelumnya dibuang kini dapat diolah menjadi bahan baru yang memiliki nilai guna.

Upaya tersebut sekaligus menjadi penerapan konsep ekonomi sirkular, yakni memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak terpakai agar dapat menghasilkan produk baru dan memiliki nilai ekonomi.

Wawan berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Bandung untuk ikut berperan dalam mengurangi persoalan sampah.

"Semoga dengan hasil karya kita, Kampung Wisata Kreatif Rajad Binong Jati ini, dengan inovasinya, pengolahan sampah organik, dari botol plastik menjadi benang, menjadikan inspirasi untuk Kota Bandung," pungkasnya.

Kampoeng Rajoet Binong Jati kini tidak hanya mengembangkan kerajinan rajut, tetapi juga menghadirkan inovasi pengelolaan sampah dengan mengubah botol plastik menjadi bahan yang kembali memiliki nilai guna dan ekonomi. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Usut Tuntas Penebangan 35 Pohon di Empat Lokasi
KPK dan MA Perkuat Integritas Aparatur Peradilan, 33 Hakim Pernah Terjerat Korupsi
Dedi Mulyadi Usulkan Batas Gaji Orangtua Penerima KIP Kuliah Naik Jadi Rp10 Juta
Kakorbinmas Baharkam Polri Tinjau Satkamling di Cimahi, Perkuat Keamanan Berbasis Masyarakat
DLH Garut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Lingkungan Bersih
Pemko Bandung Waspadai Kenaikan Harga Bawang dan Cabai
komentar
beritaTerbaru