Jumat, 09 Oktober 2026

Pemkab Magelang Perkuat Program MBG 3B, Sasar Ibu Hamil hingga Balita

Rabu, 12 Agustus 2026 14:40 WIB
Pemkab Magelang Perkuat Program MBG 3B, Sasar Ibu Hamil hingga Balita
Monitoring dan Evaluasi Program MBG Sasaran 3B di Ruang Bina Karya Setda Kabupaten Magelang, Senin (10/8/2026).

Magelang (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Dilansir dari laman Jatengprov, penguatan program tersebut dilakukan untuk memastikan kelompok yang berada pada fase penting pertumbuhan dan perkembangan memperoleh asupan makanan yang bergizi, aman, berkualitas, dan tepat waktu.

Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Magelang Sahid saat membuka Monitoring dan Evaluasi Program MBG Sasaran 3B di Ruang Bina Karya Setda Kabupaten Magelang, Senin.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari Koordinator Kecamatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Magelang, Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (KB), serta perwakilan kepala dapur SPPG.

Sahid mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian, terutama melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa awal kehidupan.

"Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen membangun manusia sejak fase kehidupan yang paling awal, yaitu sejak dalam kandungan hingga usia balita," ujar Sahid.

Ia menjelaskan, pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita memiliki manfaat jangka panjang terhadap kesehatan serta tumbuh kembang anak. Karena itu, MBG 3B diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan fase penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sahid menilai monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara berkala untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Evaluasi diperlukan untuk mengetahui capaian sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala, mulai dari pendataan penerima, pengadaan bahan pangan, produksi makanan, distribusi, hingga penerimaan masyarakat.

"Manfaatkan forum ini sebagai ruang diskusi yang terbuka. Sampaikan berbagai kendala yang dihadapi, baik dalam pendataan sasaran, koordinasi lintas sektor, pengadaan bahan pangan, proses produksi makanan, distribusi, maupun penerimaan oleh masyarakat," katanya.

Ia juga menekankan agar pelayanan kepada sasaran 3B dilakukan secara berkesinambungan. Makanan yang disalurkan harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, keamanan pangan, kandungan gizi, serta ketepatan waktu distribusi.

Sahid meminta makanan yang diberikan berupa makanan basah atau siap konsumsi sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh penerima. "Kualitas pelayanan MBG sangat ditentukan oleh kualitas pelaksanaan di lapangan," tegasnya.

Menurut Sahid, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari kualitas makanan dan ketepatan sasaran. Dengan demikian, MBG 3B diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi kesehatan ibu dan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang, M Taufik mengatakan MBG sasaran 3B merupakan salah satu program strategis pemerintah yang menyasar kelompok prioritas dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Doa Ibu Iringi Langkah Bertram Sianipar, Kini Resmi Sandang Status Bhayangkara Taruna Akpol
Polri Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Dukung Program MBG
MBG Harus Bergizi dan Aman, Pengawasan Pangan Jadi Perhatian
Posyandu 6 SPM di Kota Magelang Didorong Jadi Penghubung Layanan Dasar Masyarakat
Aset Enam BUMD Kota Magelang Tembus Rp375,64 Miliar
TPID Sumut Dorong Penguatan Tata Kelola SPPG untuk Jaga Mutu MBG dan Stabilitas Harga Pangan
komentar
beritaTerbaru