Rabu, 23 September 2026

418 Posyandu di Kota Pekalongan Bertransformasi Menjadi Posyandu 6 SPM

Selasa, 04 Agustus 2026 13:55 WIB
418 Posyandu di Kota Pekalongan Bertransformasi Menjadi Posyandu 6 SPM
Sebanyak 418 Posyandu di Kota Pekalongan kini telah bertransformasi menjadi Posyandu 6 SPM.

Pekalongan (buseronline.com) - Sebanyak 418 Posyandu di Kota Pekalongan kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).

Dilansir dari laman Jatengprov, melalui transformasi tersebut, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi juga memberikan akses pelayanan dasar di bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga pelayanan sosial.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti mengatakan transformasi Posyandu 6 SPM menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan yang lebih terpadu kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu dalam Pengelolaan Posyandu di Hotel Nirwana, Kota Pekalongan.

Menurut Puji, kegiatan bimtek bertujuan menyinergikan seluruh bidang yang terlibat dalam pelaksanaan Posyandu 6 SPM, meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan layanan Posyandu, memperkenalkan mekanisme pelaporan melalui penanggung jawab (PIC) di setiap bidang, serta mengoptimalkan peran Posyandu dalam mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal.

"Pertemuan ini bertujuan menyinergikan seluruh bidang dalam mendukung pelaksanaan Posyandu 6 SPM, meningkatkan partisipasi masyarakat datang ke Posyandu, mengenalkan alur pelaporan melalui PIC di masing-masing bidang, serta mengoptimalkan peran Posyandu dalam mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal," ujar Puji.

Ia menjelaskan, seluruh Posyandu 6 SPM di Kota Pekalongan telah memiliki surat keputusan (SK). Selanjutnya, penetapan akan dilakukan pada masing-masing Posyandu di tingkat kelurahan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pelayanan.

Untuk mendukung implementasi di lapangan, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan menetapkan empat Posyandu sebagai proyek percontohan (pilot project). Selain itu, kader Posyandu juga diperkenalkan dengan penanggung jawab pada setiap bidang pelayanan agar koordinasi dan tindak lanjut terhadap laporan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.

Puji menegaskan, keberhasilan pelaksanaan Posyandu 6 SPM memerlukan dukungan seluruh perangkat daerah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pelayanan dasar kepada masyarakat dapat berjalan optimal meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyampaikan bahwa transformasi Posyandu merupakan perubahan cara pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Transformasi ini menunjukkan bahwa Posyandu tidak lagi identik hanya dengan urusan kesehatan. Keberhasilan penyelenggaraan Posyandu 6 SPM membutuhkan kolaborasi, sinergi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, Tim Pembina Posyandu di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan memiliki peran melakukan pembinaan, pendampingan, monitoring, serta menjembatani pengaduan masyarakat kepada perangkat daerah terkait. Dengan demikian, setiap permasalahan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Transformasi Posyandu 6 SPM diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan mudah diakses masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar di Kota Pekalongan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga Desember 2026
242 Sekolah di Jateng Raih Predikat Adiwiyata, Kepedulian Lingkungan Ditanamkan Sejak Dini
Borobudur Indonesia Expo 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Kota Magelang
Jateng Dorong Perlindungan Lahan Sawah untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Sekda Jateng Dorong Sekolah Rakyat Siapkan Masa Depan Peserta
Layanan Pijat Dinsos Jateng Bantu Kafilah MTQ Sekaligus Berdayakan Difabel Netra
komentar
beritaTerbaru