Gunungsitoli (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut untuk terus memperkuat fasilitas, sumber daya manusia (SDM), dan kualitas pelayanan di RSUD dr Thomsen Nias.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat Kepulauan
Nias dapat mengakses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar pulau.
Komitmen itu disampaikan Surya saat meninjau RSUD dr Thomsen Nias di Kota Gunungsitoli, Rabu. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti dan Bupati Nias Ya'atulo Gulo.
Saat meninjau rumah sakit tipe C tersebut, Surya melihat sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk ruang rawat inap, kapasitas tempat tidur, serta peralatan medis. Menurutnya, keberadaan alat CT Scan sangat penting dalam mendukung diagnosis berbagai penyakit.
"Saya melihat tadi ada peralatan medis yang bagus, termasuk CT Scan. Ini sangat berguna sebagai pemindai organ dalam, jaringan, dan pembuluh darah sehingga dokter dapat mengetahui kondisi pasien dengan lebih akurat," ujar Surya.
Ia mengatakan, penguatan layanan kesehatan di Kepulauan
Nias merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sumut, mengingat wilayah tersebut masih termasuk kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Gubernur Sumut Bobby Nasution, lanjutnya, berkomitmen mendorong percepatan pembangunan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang layak di daerahnya sendiri.
"Saya membawa pesan dari Bapak Gubernur. Beliau ingin memastikan Kepulauan
Nias keluar dari zona daerah tertinggal. Itu merupakan komitmen yang akan diwujudkan secara bertahap," katanya.
Selain peningkatan sarana dan prasarana, Surya juga mengingatkan seluruh jajaran RSUD dr Thomsen Nias agar terus memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan berintegritas.
"Bagaimana masyarakat merasa senang dan tenang datang ke RSUD ini. Sebelum diobati pun, mereka sudah merasa lebih baik karena pelayanan yang memuaskan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Thomsen Nias Noferlina Zebua mengungkapkan rumah sakit tersebut memiliki 230 tempat tidur untuk melayani pasien rawat inap. Namun, alat CT Scan yang dimiliki saat ini mengalami kerusakan sehingga pasien yang membutuhkan pemeriksaan harus dirujuk ke luar Pulau Nias.
beritaTerkait
komentar