Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengungkapkan, kerja sama pengembangan
vaksin ini telah dirintis sejak 2023 melalui kolaborasi antara peneliti
Universitas Indonesia dan Profesor Zhang Linqi dari Tsinghua University.
Pemilihan dengue sebagai prioritas pengembangan
vaksin didasarkan pada tingginya angka kasus di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan mencatat setiap tahun terdapat sekitar 151 ribu kasus dengue dengan sekitar 650 kematian.
Menkes Budi menegaskan, pengembangan vaksin baru harus didasarkan pada besarnya beban penyakit dan angka kematian di masyarakat.
Di akhir sambutannya, ia mengajak para peneliti Indonesia untuk menjadikan hasil riset sebagai produk nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Anda mungkin bangga menulis di jurnal internasional, tetapi kontribusi terbesar bagi kemanusiaan adalah ketika hasil riset itu menjadi produk yang mampu menyelamatkan nyawa," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar