Medan (buseronline.com) - Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) terus memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan layanan kesehatan di wilayah kepulauan melalui penempatan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Kabupaten Nias Utara dan Kota Gunungsitoli. Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama FK USU dengan Pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk memperluas akses pelayanan kesehatan spesialis bagi masyarakat.
Selama tiga bulan sejak Maret 2026, sejumlah dokter PPDS FK USU dari bidang Ilmu Penyakit Dalam, Obstetri dan Ginekologi, Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta Patologi Klinik menjalani pendidikan sekaligus memberikan pelayanan di RSUD dr M Thomsen Gunungsitoli dan RSUD Tafaeri, Kabupaten Nias Utara.
Dokter PPDS Obstetri dan Ginekologi FK USU, dr Trinidia Lubis MKed (OG) mengatakan tantangan terbesar selama bertugas bukan terletak pada banyaknya pasien, melainkan keterbatasan fasilitas penunjang pelayanan kesehatan.
"Operasi obstetri sangat bergantung pada ketersediaan darah. Namun pelayanan bank darah tidak beroperasi selama 24 jam. Bahkan di RSUD Tafaeri belum tersedia bank darah sehingga beberapa pasien harus dirujuk ke Gunungsitoli," ujarnya.
Menurut Trinidia, keterbatasan tersebut menjadi persoalan serius terutama pada kasus kegawatdaruratan obstetri yang membutuhkan transfusi darah secepat mungkin.
Ia mengisahkan pengalaman menangani seorang ibu yang mengalami perdarahan hebat setelah melahirkan. Pasien baru dibawa ke rumah sakit beberapa jam setelah persalinan yang sebelumnya ditolong oleh dukun beranak. Saat tiba di rumah sakit, pasien telah mengalami syok berat.
Tim medis berhasil melakukan tindakan penyelamatan, namun pasien tidak dapat diselamatkan karena darah yang dibutuhkan untuk transfusi tidak tersedia. "Bukan karena kami tidak melakukan tindakan, tetapi pada kondisi seperti itu pasien membutuhkan transfusi darah secepatnya. Darah harus diganti dengan darah," katanya.
Selain keterbatasan bank darah, rumah sakit di Kepulauan Nias juga masih menghadapi kekurangan layanan penunjang seperti pemeriksaan patologi anatomi dan dokter subspesialis. Akibatnya, banyak pasien yang harus dirujuk ke Medan dengan biaya transportasi yang tidak sedikit.
Di sisi lain, FK USU bersama Pemerintah Kabupaten Nias Utara telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Maret 2026 sebagai tindak lanjut nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di daerah.
Salah satu program yang dijalankan adalah pemberian kesempatan kepada dokter putra-putri asli Nias untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis di FK USU dengan dukungan pembiayaan Pemerintah Provinsi Sumut. Hingga saat ini, tujuh dokter asal Nias telah mengikuti pendidikan PPDS di FK USU, empat di antaranya berasal dari Kabupaten Nias Utara.
Selain penempatan dokter residen, FK USU juga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RSUD Tafaeri. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kehamilan, ultrasonografi (USG), skrining batu empedu, pemeriksaan hemoglobin dan gula darah sewaktu, serta pelatihan kegawatdaruratan bagi tenaga kesehatan rumah sakit dan puskesmas.
Ketua kegiatan pengabdian masyarakat, dr Inke Nadia Diniyanti Lubis PGDip PID FAAET MKed (Ped) SpA PhD mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan layanan spesialis yang kini tersedia di RSUD Tafaeri sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
"Kami tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan mendorong masyarakat memanfaatkan layanan spesialis yang kini telah tersedia," ujarnya.
FK USU berharap kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nias Utara dapat terus berlanjut melalui penguatan fasilitas rumah sakit, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penambahan dokter spesialis sehingga akses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan semakin baik. (RP)
beritaTerkait
komentar