Jumat, 05 Juni 2026

Pemkab Banjarnegara Hidupkan Kembali Peran UKS/M untuk Tingkatkan Kesehatan Generasi Muda

Jumat, 05 Juni 2026 13:25 WIB
Pemkab Banjarnegara Hidupkan Kembali Peran UKS/M untuk Tingkatkan Kesehatan Generasi Muda
Rakor Tim Pembina UKS/M Kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 yang digelar di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Selasa (2/6/2026).

Banjarnegara (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berkomitmen menghidupkan kembali peran Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan generasi muda.

Dilansir dari laman Jatengprov, langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi bonus demografi 2040 dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pembina UKS/M Kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 yang digelar di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Selasa.

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, Latifa Hesti Purwaningtyas mengatakan bahwa selama ini aktivitas UKS di tingkat kecamatan dinilai belum berjalan optimal. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengaktifkan kembali program tersebut.

"Selama ini mungkin UKS kita tidur ya. Kami mohon kerja samanya, sehingga UKS di tingkat kecamatan bisa sama-sama dihidupkan dan dimanfaatkan," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banjarnegara, Hendro Cahyono menegaskan bahwa keberhasilan program UKS memerlukan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, program tersebut tidak akan berjalan maksimal jika dilaksanakan secara parsial tanpa koordinasi yang kuat antarinstansi.

Ia menekankan pentingnya komitmen bersama, inovasi, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan agar program UKS dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Hendro juga menyoroti berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari masalah gizi, minimnya aktivitas fisik, ancaman penyakit menular seksual, hingga kebiasaan merokok.

Oleh karena itu, keberadaan UKS dinilai sangat penting sebagai sarana edukasi kesehatan yang dapat membantu remaja memperoleh informasi yang benar dan mengambil keputusan yang tepat untuk menjalani pola hidup sehat.

Selain sekolah umum dan madrasah, Hendro meminta agar program pembinaan kesehatan juga menyasar lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, pesantren merupakan bagian penting dari masyarakat yang juga membutuhkan perhatian dalam aspek kesehatan.

"Sebagian masyarakat kita ada di pesantren, ini sungguh perlu sentuhan usaha kesehatan. Saya minta ini diprogramkan," tegasnya.

Melalui penguatan peran UKS/M, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berharap dapat menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru