Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution mengunjungi Kantor PT Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis, pascakecelakaan Bus ALS nomor 346 BK 7778 DL di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan maksimal, mulai dari proses identifikasi hingga pemulangan korban ke daerah asal masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Bobby berdialog dengan Direktur PT ALS Chandra Lubis, keluarga korban, pihak Organda, serta Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Utara.
"Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Saat ini yang dibutuhkan keluarga adalah kesabaran. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir untuk memastikan seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, dapat ditangani dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing," ujar Bobby.
Ia mengatakan, sejak malam kejadian pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terkait proses evakuasi korban dari Muratara menuju daerah asal para korban.
Selain memastikan penanganan korban, Bobby juga menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, khususnya terkait manifest penumpang dan pengawasan kendaraan.
"Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus maupun pemerintah daerah. Manifest penumpang sangat penting untuk memudahkan identifikasi korban dan penanganan saat terjadi musibah," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Bobby turut menaiki salah satu bus tujuan
Medan-Yogyakarta untuk berbincang dengan sopir dan penumpang. Ia mengingatkan para pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas.
Sementara itu, Direktur PT ALS Chandra Lubis menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan bus ALS rute Medan–Semarang yang terjadi di Sumatera Selatan.
Menurutnya, pihak perusahaan telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk memperoleh informasi terkait kondisi kru dan penumpang.
"Saat ini perwakilan ALS di Sumsel sudah turun ke lapangan dan juga memberikan bantuan berupa akomodasi bagi keluarga korban yang ingin menuju Sumsel," ujarnya.
Chandra menjelaskan, berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal dunia mencapai 16 orang. Selain itu, sejumlah korban luka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Sumsel.
beritaTerkait
komentar