Minggu, 12 April 2026

Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026

Minggu, 12 April 2026 10:50 WIB
Kakorlantas: Kolaborasi dan Teknologi Kunci Sukses Operasi Ketupat 2026
ist
Irjen Pol Drs Agus Suryonugroho SH MHum.

Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 ditopang oleh kuatnya kolaborasi antarinstansi serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan arus lalu lintas.

Hal tersebut disampaikan Agus dalam wawancara Program Berita Satu Siang, Jumat, menanggapi tingkat kepuasan publik terhadap pelaksanaan operasi yang mencapai lebih dari 80 persen.

Menurutnya, sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, serta instansi terkait menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Baca Juga: Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur

"Negara hadir dengan penuh kolaborasi. Sinergitas stakeholder, kesiapan personel, pos pengamanan, hingga skenario manajemen rekayasa lalu lintas menjadi kunci utama," ujarnya dilansir dari laman Humas Polri.

Selain kolaborasi, penerapan teknologi seperti predictive traffic policing dan traffic counting turut berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan di lapangan. Dengan sistem tersebut, Korlantas dapat melakukan intervensi rekayasa lalu lintas secara terukur berbasis data.

Agus menjelaskan, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way diterapkan berdasarkan parameter tertentu, termasuk volume kendaraan per jam dan rasio volume terhadap kapasitas jalan (V/C ratio).

Ketika angka melampaui ambang batas, langkah intervensi langsung dilakukan untuk mengurai kepadatan. "Semua berbasis data, sehingga keputusan di lapangan tepat sasaran," katanya.

Ia menegaskan, Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Meski terjadi kepadatan di sejumlah titik, arus lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik sehingga perjalanan masyarakat berlangsung aman.

Keberhasilan tersebut juga terlihat dari penurunan angka kecelakaan lalu lintas. Fatalitas korban meninggal dunia tercatat turun hingga 30 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan menurun sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. "Ini tidak lepas dari kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas serta efektivitas rekayasa lalu lintas," ucapnya.

Meski demikian, evaluasi akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain peningkatan partisipasi masyarakat, optimalisasi adaptive traffic management, serta integrasi teknologi antarinstansi.

"Kami akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan mudik ke depan semakin aman, nyaman, dan lebih baik," pungkas Agus. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru