Senin, 06 April 2026

Wakapolri Tinjau Command Center KM 29, Pastikan Kesiapan Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran

Agie HT Bukit SH - Senin, 16 Maret 2026 01:24 WIB
Wakapolri Tinjau Command Center KM 29, Pastikan Kesiapan Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek terkait kesiapan rekayasa lalu lintas arus mudik Lebaran dalam rangka Op
Jakarta (buseronline.com) - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek pada Sabtu. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan jajaran dalam mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan selama arus mudik Lebaran dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dalam arahannya, Dedi menekankan bahwa berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah dipersiapkan oleh jajaran Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia guna menjaga kelancaran perjalanan masyarakat selama masa mudik.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah langkah pengaturan lalu lintas telah disiapkan, di antaranya penerapan sistem contraflow serta one way yang akan diberlakukan secara situasional apabila terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

“Contraflow ini sudah dipersiapkan. Jika nanti sore terjadi kepadatan dari Jakarta menuju Cikampek, maka rekayasa tersebut bisa segera dilaksanakan,” ujar Dedi dilansir dari laman Humas Polri.

Menurutnya, keputusan penerapan rekayasa lalu lintas akan diambil berdasarkan analisis data yang dihimpun dari berbagai sistem pemantauan di Command Center. Apabila volume kendaraan yang melintasi ruas tol tertentu mencapai angka tertentu, maka langkah pengaturan lalu lintas akan segera diberlakukan.

“Apabila arus kendaraan yang melalui Cikampek sudah di atas 6.000 kendaraan per jam, maka akan dilakukan rekayasa one way dan langkah-langkah pengaturan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Dedi juga menekankan pentingnya penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat dan tepat. Untuk mendukung hal tersebut, Polri telah menyiapkan sistem SMS blast yang akan digunakan untuk memberikan pemberitahuan terkait kondisi lalu lintas maupun rencana penerapan rekayasa jalan.

Ia menjelaskan bahwa informasi tersebut akan disampaikan kepada masyarakat beberapa jam sebelum kebijakan rekayasa lalu lintas diberlakukan, sehingga pemudik dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik.

“Misalnya dua jam sebelum contraflow atau one way diberlakukan, masyarakat akan mendapat informasi melalui SMS blast sehingga bisa menentukan jalur perjalanan yang akan dipilih,” katanya.

Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan hotline Kepolisian Negara Republik Indonesia di nomor 110 apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik.

Dedi menegaskan bahwa seluruh langkah yang dilakukan Polri dalam Operasi Ketupat tahun ini bertujuan untuk memastikan perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

“Tagline Operasi Ketupat 2026 adalah Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Ini menjadi semangat bagi seluruh petugas maupun masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik,” pungkasnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar