Senin, 06 April 2026

Kapolri Minta Jajaran Antisipasi Potensi Bencana Saat Mudik Lebaran 2026

Agie HT Bukit SH - Sabtu, 14 Maret 2026 01:00 WIB
Kapolri Minta Jajaran Antisipasi Potensi Bencana Saat Mudik Lebaran 2026
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). (Dok/Humas Polri)
Jakarta (buseronline.com) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran kepolisian untuk mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi selama periode mudik Lebaran 2026.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis.

Dilansir dari laman Humas Polri, dalam amanatnya, Sigit mengingatkan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca selama arus mudik Lebaran tahun ini berpotensi berawan hingga hujan lebat.

Karena itu, ia meminta seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat untuk berada dalam kondisi siaga penuh guna menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.

Ia juga menekankan perlunya kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Menurut Sigit, kesiapsiagaan perlu dilakukan dengan menyiapkan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, serta langkah-langkah penanganan bencana mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana, hingga pascabencana.

Lebih lanjut, Kapolri menyebutkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada dua gelombang, yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.

Pemerintah, kata dia, juga telah menyiapkan sejumlah pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran 2026, mulai dari pembatasan angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, dan ganjil-genap, pengaturan penyeberangan laut, hingga alih fungsi lokasi penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.

Kapolri berharap seluruh personel dapat memedomani dan mensosialisasikan pelaksanaan kebijakan tersebut agar dapat dipahami serta dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat.

Selain itu, Sigit juga menugaskan seluruh jajaran kepolisian untuk memetakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), seperti premanisme, balap liar, hingga perkelahian antar kelompok.

Ia juga memerintahkan agar patroli rutin dengan melibatkan Pam Swakarsa terus ditingkatkan, khususnya di titik-titik dan jam rawan.

Di samping itu, jajaran Polsek hingga Polres diminta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mudik.

Kapolri juga meminta optimalisasi layanan Kepolisian 110 agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang responsif dan solutif.

Ia menegaskan seluruh anggota harus menjalankan tugas dengan maksimal demi mewujudkan tagline Operasi Ketupat, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.

Menurut Sigit, momentum Hari Raya Idulfitri juga memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional karena mampu mendorong perputaran uang yang signifikan serta memberikan efek berganda di berbagai daerah.

“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutupnya. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar