Jakarta (buseronline.com) - Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia menyiapkan sejumlah strategi pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin dalam Rapat Dengar Pendapat terkait kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi mudik di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.
Dilansir dari laman Humas Polri, Aries menjelaskan, pihaknya akan menerapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Rekayasa tersebut meliputi penerapan sistem one way, one way lokal, contraflow, pengalihan arus, delaying system, serta sistem ganjil genap yang akan diberlakukan terutama di kawasan wisata.
Selain pengaturan di jalur darat, perhatian juga difokuskan pada jalur penyeberangan yang menghubungkan Jawa dan Bali melalui Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.
Menurut Aries, pihaknya telah melakukan Tactical Floor Game (TFG) bersama seluruh Direktur Lalu Lintas dari berbagai daerah untuk mempersiapkan pengamanan di kawasan tersebut.
Dalam skema yang disiapkan, kendaraan dari arah Jawa menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang akan dihentikan sementara mulai pukul 17.00 pada 18 Maret 2026. Sementara itu, kendaraan dari Gilimanuk menuju Jawa akan ditutup mulai pukul 05.00.
Korlantas Polri juga telah melakukan simulasi bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia serta pengelola jalan tol untuk memetakan potensi kepadatan arus mudik dan arus balik. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara dinilai dapat membantu mengurangi lonjakan kendaraan pada waktu tertentu.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik pertama diperkirakan terjadi pada 16-17 Maret 2026, bertepatan dengan pelaksanaan WFA. Sementara puncak mudik kedua diperkirakan berlangsung pada 18-19 Maret 2026.
Untuk arus balik, puncaknya diperkirakan terjadi pada 20-25 Maret 2026, dengan gelombang kedua pada 28-29 Maret 2026. Selain rekayasa lalu lintas, pembatasan kendaraan sumbu tiga juga akan diberlakukan untuk menekan angka kecelakaan.
Aries menyebutkan bahwa pada tahun sebelumnya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan hingga 31 persen, meskipun target zero accident masih menjadi tantangan.
Untuk mengantisipasi kepadatan saat arus balik, Korlantas Polri juga akan memanfaatkan secara fungsional ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan.
Ruas tol tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan yang biasanya menumpuk di kawasan Cikampek, khususnya di titik pertemuan arus kendaraan dari arah Bandung dan Jakarta. (R)
beritaTerkait
komentar