Senin, 06 April 2026

26.692 Personel Gabungan Disiagakan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

Agie HT Bukit SH - Kamis, 12 Maret 2026 03:00 WIB
26.692 Personel Gabungan Disiagakan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan arahan saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Ditlantas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (10/3/2026). (Dok/Jabarprov)
Bandung (buseronline.com) - Sebanyak 26.692 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah Jawa Barat.

Dilansir dari laman Jabarprov, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan ribuan personel tersebut berasal dari unsur kepolisian, TNI, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Rinciannya, sebanyak 2.440 personel berasal dari Polda Jawa Barat, 12.657 personel dari jajaran polres, dan 11.595 personel dari unsur Tentara Nasional Indonesia serta instansi terkait.

“Dengan pelibatan puluhan ribu personel tersebut, diharapkan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran di Jawa Barat dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Rudi saat Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Ditlantas Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Idul Fitri.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berharap seluruh unsur yang terlibat dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, sejumlah aspek menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi tersebut, di antaranya pengaturan dan rekayasa lalu lintas di jalur mudik utama, kesiapan infrastruktur jalan, serta pengamanan di pusat keramaian seperti tempat ibadah, terminal, stasiun, pelabuhan, dan destinasi wisata.

Erwan juga menekankan pentingnya kesiapan layanan kesehatan serta mitigasi bencana, termasuk penyampaian informasi cuaca secara berkala kepada masyarakat.

“Pembaruan data dan sosialisasi kepada masyarakat yang akan mudik mengenai kondisi cuaca harus dilakukan secara rutin, baik per hari maupun per jam, agar masyarakat dapat menentukan waktu perjalanan yang aman,” katanya.

Selain itu, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pokok, energi, serta layanan publik lainnya selama masa libur Idul Fitri.
Erwan menambahkan, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yakni sekitar 50,7 juta jiwa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 97,3 persen atau lebih dari 49 juta orang beragama Islam sehingga menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu jalur utama perlintasan pemudik setiap tahun.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, sekitar 21,52 persen pemudik nasional atau sekitar 30,97 juta orang berasal dari Jawa Barat dan melakukan perjalanan ke luar daerah. Sementara itu, pemudik yang masuk ke Jawa Barat diperkirakan mencapai 15,90 persen atau sekitar 25,09 juta orang. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar