Jakarta (buseronline.com) - Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2026 menekankan pentingnya kolaborasi antar satuan tugas (satgas) serta kehadiran aktif personel di lapangan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Brigjen Pol Faizal saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat 2026 di Aula Gedung Bareskrim Polri, Selasa.
Dalam arahannya, ia menjelaskan bahwa Operasi Ketupat bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi lalu lintas, melainkan melibatkan seluruh unsur satgas yang harus bekerja secara terpadu untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.
“Operasi Ketupat ini bukan hanya tugas lalu lintas saja. Ada enam satgas yang terlibat, mulai dari preventif, kamseltibcarlantas, penegakan hukum hingga bantuan operasi. Semua harus bekerja bersama-sama,” ujar Brigjen Pol Faizal dilansir dari laman Humas Polri.
Ia menjelaskan, indikator keberhasilan pengamanan Operasi Ketupat di bidang lalu lintas di antaranya menurunnya angka kecelakaan, berkurangnya pelanggaran, tidak adanya kecelakaan menonjol, serta penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang berjalan sesuai dengan perencanaan.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem satu arah (one way) kini tidak lagi dilakukan secara manual, tetapi berbasis teknologi dan data traffic counting yang mampu memantau volume kendaraan secara real time.
“Sekarang kita sudah menggunakan teknologi. Setiap 500 meter di jalan tol sudah ada kamera dan setiap pintu tol memiliki traffic counting, sehingga pergerakan kendaraan bisa dipantau langsung dari command center,” jelasnya.
Dalam paparannya, Brigjen Pol Faizal juga menyampaikan bahwa sebanyak 3,6 juta kendaraan diperkirakan akan keluar dari wilayah Jakarta selama periode mudik Lebaran. Pergerakan terbesar diprediksi melalui jalur Tol Cikampek, Cikupa, serta jalur menuju Bandung.
Arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 13-14 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 28-29 Maret 2026.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polri menyiapkan sebanyak 2.756 pos yang terdiri dari 1.629 pos pengamanan, 784 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Brigjen Pol Faizal juga mengajak seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat 2026 untuk melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan agar pengamanan mudik Lebaran dapat berjalan aman dan lancar.
“Laksanakan tugas ini dengan hati yang senang. Semoga pengamanan mudik dan arus balik berjalan aman, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dengan bahagia,” pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar