Jawa Barat (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah Indonesia dalam sebuah acara hybrid yang dipantau melalui konferensi video dari kediamannya di Hambalang, Senin.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya di daerah terdampak bencana dan wilayah yang membutuhkan akses transportasi lebih baik.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan kondisi geografis Indonesia yang kaya potensi sekaligus rawan bencana. “Kita sadar bahwa negara kita berada di lingkaran api, the ring of fire, di mana terdapat banyak gunung berapi. Tanah kita subur dan kaya mineral, tetapi dari waktu ke waktu kita harus siap menghadapi bencana-bencana alam,” ujar Presiden.
Presiden juga menilai pembangunan 218 jembatan dalam waktu 2,5 bulan sebagai capaian luar biasa yang menunjukkan kesungguhan berbagai pihak, termasuk jajaran TNI dan petugas daerah.
“Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati seluruh prajurit TNI, seluruh petugas di daerah-daerah yang terkena bencana, dan juga daerah lain yang sangat memerlukan jembatan-jembatan ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa pembangunan jembatan merupakan bagian dari program percepatan infrastruktur TNI AD, yang saat ini telah berjalan di lebih dari 1.000 titik di seluruh Indonesia.
“Kami sudah mulai mengerjakan 1.072 jembatan, 218 di antaranya telah selesai,” lapor Jenderal Maruli dari Desa Lhok Kuyuen, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
Jenderal Maruli menambahkan, pembangunan jembatan berdampak langsung terhadap akses pendidikan masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah di daerah terpencil. Selain itu, TNI AD memprioritaskan pembangunan jembatan di wilayah terdampak bencana. Hasil survei menunjukkan terdapat 480 jembatan yang membutuhkan penanganan segera, di mana 145 jembatan telah diselesaikan.
“Kami berharap target di bulan Agustus jembatan bisa selesai, sekolah di bulan Oktober selesai di daerah bencana, dan untuk seluruh jembatan di Indonesia, mudah-mudahan awal tahun depan 7.000 jembatan bisa selesai,” kata Jenderal Maruli.
Acara peresmian ini juga dihadiri jajaran menteri dan pejabat tinggi TNI, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan RI Yusuf Jauhari.
Peresmian ratusan jembatan ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah, mempermudah akses pendidikan dan pelayanan publik, serta mendukung upaya penanganan bencana di seluruh Indonesia. (DKI1)
beritaTerkait
komentar