Minggu, 25 Oktober 2026

Pemprov Jateng dan KP2MI Intensif Pantau PMI di Timur Tengah

Minggu, 08 Maret 2026 01:12 WIB
Pemprov Jateng dan KP2MI Intensif Pantau PMI di Timur Tengah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) bersama Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla dan jajaran berfoto usai pertemuan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis (5/3/2026). (Dok/Jatengprov)
Semarang (buseronline.com) - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah yang berada di kawasan Timur Tengah. Pemantauan dilakukan secara intensif menyusul meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Dilansir dari laman Jatengprov, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Indonesia di negara-negara Timur Tengah sejak hari pertama situasi geopolitik memanas.

“Kita sudah lakukan komunikasi dengan perwakilan kita di sana, kita pantau terus pergerakannya,” ujar Dzulfikar usai bertemu Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis.

Menurutnya, koordinasi dilakukan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang berada di sejumlah negara Timur Tengah guna memastikan kondisi warga negara Indonesia, khususnya PMI, tetap aman.

Selain itu, pemerintah juga telah menyebarkan nomor hotline kepada para PMI dan WNI yang berada di kawasan tersebut agar dapat menghubungi pihak berwenang sewaktu-waktu jika membutuhkan bantuan. “Prinsipnya, negara selalu hadir dalam setiap perubahan eskalasi yang ada di Timur Tengah,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya warga asal Jawa Tengah atau Indonesia yang berada di sekitar wilayah konflik, Dzulfikar mengaku pihaknya masih melakukan pendataan dan menunggu laporan dari para pekerja migran di sana.

Ia menambahkan, selain PMI, terdapat pula warga Indonesia yang sedang menjalankan ibadah umrah di kawasan Timur Tengah. Namun sejauh ini kondisi mereka masih aman dan terkendali.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menjaga serta menjamin keamanan dan keselamatan PMI asal daerahnya.

Ia menyebut, pemantauan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari komitmen tersebut. Bahkan jika situasi mendesak, Pemprov Jateng siap mengambil langkah pemulangan warga dengan berkoordinasi bersama KP2MI dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Selain memantau dampak konflik, Pemprov Jateng juga terus melakukan upaya perlindungan bagi PMI yang mengalami persoalan di negara penempatan, termasuk pekerja migran yang berangkat tidak sesuai prosedur.

Belum lama ini, Pemprov Jateng juga membantu proses pemulangan belasan PMI dari total sekitar 50 pekerja migran yang mengalami masalah di negara tempat mereka bekerja.
“Kalau perlu kami pulangkan, maka akan kami lakukan,” tegas Ahmad Luthfi. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Prof Muryanto Amin Pimpin ICMI Sumut Periode 2026-2031, Arif Satria Tekankan Kontribusi Cendekiawan
Pemkab Toba Gelar Marpangir 2026, Lestarikan Budaya Batak dan Dorong Wisata Danau Toba
Polri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun di Perairan Asahan
Bareskrim Bongkar Penyalahgunaan LPG Subsidi di Sidoarjo, 1.820 Tabung Disita
Beasiswa Santri Jateng Buka Jalan Khafidz Kuliah di China dan Aisyi di Mesir
Pemprov Sumut Ajak ASN Bijak Berinvestasi dan Kelola Keuangan untuk Masa Depan
komentar
beritaTerbaru