Depok (buseronline.com) - Pasukan Pelopor Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan penjaga stabilitas bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan potensi ancaman berintensitas tinggi yang dapat muncul tanpa aba-aba.
Dilansir dari laman Humas Polri, penegasan tersebut disampaikan dalam forum Commander Wish yang digelar di Gedung Gineung Pratidina, Mako Korbrimob Kelapadua, Depok, Jawa Barat, Senin.
Kegiatan dipimpin langsung Komandan Pasukan Pelopor Korbrimob Brigjen Pol Gatot Mangkurat Putra PJ, serta dihadiri para Komandan Resimen dan perwira jajaran Pasukan Pelopor.
Dalam arahannya, Danpas Pelopor menekankan bahwa Brimob tidak boleh hanya berfokus pada aspek teknis operasional, tetapi juga harus memahami lanskap strategis yang memengaruhi stabilitas nasional.
Salah satu isu yang disorot adalah dinamika hubungan energi antara Indonesia dan Iran yang dinilai memiliki implikasi geopolitik dan ekonomi. Menurutnya, kerja sama energi tersebut ibarat “pedang bermata dua”. Di satu sisi, Indonesia membutuhkan kepastian pasokan energi.
Namun di sisi lain, terdapat potensi risiko sanksi sekunder dari Amerika Serikat terhadap sektor perbankan apabila transaksi dilakukan secara terbuka, yang dapat berdampak pada akses sistem keuangan global dan iklim investasi nasional.
Selain itu, tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi gangguan distribusi energi di wilayah Selat Hormuz, turut menjadi perhatian.
Faktor teknis seperti kesesuaian kilang domestik terhadap karakteristik minyak mentah Iran dan kompleksitas skema transaksi non-dolar juga disebut sebagai variabel strategis yang harus dicermati.
Danpas Pelopor menegaskan bahwa dinamika global semacam ini berpotensi memicu dampak berantai di dalam negeri, termasuk gejolak sosial akibat fluktuasi harga energi atau gangguan pasokan. Oleh karena itu, kesiapsiagaan Korbrimob harus selalu berada pada level tertinggi.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan kembali jati diri Pasukan Pelopor sebagai ujung tombak negara dalam menghadapi ancaman berintensitas tinggi, mulai dari terorisme, kerusuhan massa anarkis, hingga kejahatan terorganisir bersenjata api.
“Pasukan Pelopor adalah jawaban tegas negara terhadap segala bentuk ancaman yang mencoba merongrong keamanan nasional. Seberat apa pun intensitas kejahatan di lapangan, hukum dan ketertiban tidak boleh kalah,” tegas Danpas Pelopor menutup arahannya.
Melalui penguatan arah kebijakan, kewaspadaan strategis, serta kesiapsiagaan operasional, Pasukan Pelopor Korbrimob Polri memastikan bahwa di balik setiap tantangan, Brimob selalu selangkah lebih siap, lebih sigap, dan lebih presisi dalam menjaga keamanan negara. (R)
beritaTerkait
komentar