Jakarta (buseronline.com) - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengelola arus lalu lintas di jalan tol saat puncak arus mudik dan arus balik.
Dilansir dari laman Humas Polri, pengelolaan tersebut akan mengedepankan teknologi digital berbasis data real time guna memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat.
Menurut Agus, Korlantas Polri akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam menerapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas.
Skema yang disiapkan meliputi alih arus, penjagaan di titik-titik rawan kepadatan, hingga penerapan contraflow dan one way nasional.
Ia menjelaskan, seluruh kebijakan akan diambil berdasarkan parameter yang terukur melalui sistem traffic counting dan pemantauan radar. Penerapan contraflow dilakukan apabila volume kendaraan mencapai angka tertentu dalam satu jam berturut-turut.
“Ketika satu jam berturut-turut mencapai 4.500 hingga 5.000 kendaraan per jam, maka akan diberlakukan contraflow lajur 1. Apabila mencapai 6.400 kendaraan per jam, maka akan dilakukan contraflow lajur 2,” ujarnya.
Selain contraflow, kebijakan one way nasional maupun one way sepenggal juga akan diterapkan berdasarkan pembaruan data arus lalu lintas secara real time. Pemantauan dilakukan menggunakan radar, sistem traffic counting, drone presisi, serta data dari Jasa Marga.
Apabila volume kendaraan semakin tinggi dan contraflow dua lajur telah diberlakukan, Korlantas akan membuka opsi penerapan one way nasional guna mengurai kepadatan secara maksimal.
Agus menegaskan, pengelolaan arus mudik dan balik tidak hanya berupa imbauan kepada masyarakat, melainkan berbasis sistem dan teknologi yang mampu menghitung serta menganalisis arus kendaraan secara akurat.
“Korlantas Polri bukan hanya mengimbau, tetapi bekerja berbasis data dan teknologi real time agar mudik dan arus balik berjalan lancar. Negara hadir untuk memastikan aman di bidang kriminalitas dan lancar di bidang lalu lintas,” pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar