Jumat, 09 Oktober 2026

Densus 88 Jadi Narasumber Kegiatan Vaksin Bakesbangpol 38 Provinsi di Malang

Sabtu, 24 Januari 2026 01:12 WIB
Densus 88 Jadi Narasumber Kegiatan Vaksin Bakesbangpol 38 Provinsi di Malang
Personel Densus 88 Antiteror Polri menjadi narasumber dalam kegiatan Vaksin Bakesbangpol 38 Provinsi yang digelar di Balai Besar Pemerintahan Desa, Malang, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026). (Dok/Humas Polri)
Malang (buseronline.com) - Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan menjadi narasumber dalam kegiatan Vaksin Bakesbangpol 38 Provinsi yang digelar di Balai Besar Pemerintahan Desa, Malang, Jawa Timur, Kamis.

Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan ini diikuti 1.125 peserta yang terdiri dari perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) se-Jawa Timur serta seluruh Bakesbangpol dari 38 provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Moh Dofir SAg SH MH, dari Densus 88 AT Polri menekankan bahwa pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme membutuhkan sinergi dan koordinasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan pencegahan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama yang solid dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Kombes Pol Moh Dofir.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah daerah mengenai peran strategis mereka dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemerintah daerah mampu melakukan langkah-langkah pencegahan dini secara efektif di wilayah masing-masing.

Adapun hasil dari kegiatan tersebut antara lain meningkatnya pemahaman pemerintah daerah terhadap isu ekstremisme, terbangunnya komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah, serta menguatnya kesadaran akan pentingnya pendekatan pencegahan dini.

Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan masyarakat dalam mendeteksi potensi radikalisme.

Kolaborasi dengan masyarakat sipil dan kalangan akademisi dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan sosial guna mencegah berkembangnya paham ekstremisme di tengah masyarakat. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Bareskrim Tangkap TW, Tersangka Penyelundupan 50 Ribu Ponsel dari Korea Selatan
Doa Ibu Iringi Langkah Bertram Sianipar, Kini Resmi Sandang Status Bhayangkara Taruna Akpol
Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Jadi Penggerak Konservasi Keanekaragaman Hayati
Pemko Medan Perkuat Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting hingga Tingkat Kelurahan
IMSO ke-23 Resmi Ditutup, 207 Matematikawan Muda dari 23 Negara Adu Kemampuan
Jateng Matangkan Program Gentengisasi, Bidik Penguatan IKM Lokal
komentar
beritaTerbaru