Selasa, 25 Agustus 2026

Densus 88 Jadi Narasumber Kegiatan Vaksin Bakesbangpol 38 Provinsi di Malang

Sabtu, 24 Januari 2026 01:12 WIB
Densus 88 Jadi Narasumber Kegiatan Vaksin Bakesbangpol 38 Provinsi di Malang
Personel Densus 88 Antiteror Polri menjadi narasumber dalam kegiatan Vaksin Bakesbangpol 38 Provinsi yang digelar di Balai Besar Pemerintahan Desa, Malang, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026). (Dok/Humas Polri)
Malang (buseronline.com) - Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan menjadi narasumber dalam kegiatan Vaksin Bakesbangpol 38 Provinsi yang digelar di Balai Besar Pemerintahan Desa, Malang, Jawa Timur, Kamis.

Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan ini diikuti 1.125 peserta yang terdiri dari perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) se-Jawa Timur serta seluruh Bakesbangpol dari 38 provinsi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Moh Dofir SAg SH MH, dari Densus 88 AT Polri menekankan bahwa pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme membutuhkan sinergi dan koordinasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan pencegahan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama yang solid dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Kombes Pol Moh Dofir.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemerintah daerah mengenai peran strategis mereka dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemerintah daerah mampu melakukan langkah-langkah pencegahan dini secara efektif di wilayah masing-masing.

Adapun hasil dari kegiatan tersebut antara lain meningkatnya pemahaman pemerintah daerah terhadap isu ekstremisme, terbangunnya komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah, serta menguatnya kesadaran akan pentingnya pendekatan pencegahan dini.

Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan masyarakat dalam mendeteksi potensi radikalisme.

Kolaborasi dengan masyarakat sipil dan kalangan akademisi dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan sosial guna mencegah berkembangnya paham ekstremisme di tengah masyarakat. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pisah Sambut Kajari Tarutung, Pemkab Taput Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi
Presiden Prabowo Apresiasi Sinergi Penanganan Karhutla di Riau
Pemprov Sumut Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Transformasi Digital
Kemendikdasmen Pastikan Hak Belajar Murid Tetap Berjalan di Tengah Karhutla Kalimantan
Polri Perkuat Penanganan Karhutla, 72 Tersangka Diamankan hingga Agustus 2026
Polri Layani Kesehatan Pengungsi Gempa di Maumere
komentar
beritaTerbaru