Jumat, 21 Agustus 2026

Libur Nataru 2025-2026, Jutaan Orang Diprediksi Masuk dan Melintas di Jateng

Jumat, 19 Desember 2025 01:00 WIB
Libur Nataru 2025-2026, Jutaan Orang Diprediksi Masuk dan Melintas di Jateng
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko menyampaikan keterangan pers terkait kesiapan angkutan dan pengamanan arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kantor Dishub Jateng, Semarang, Selasa (16/12/2025).
Semarang (buseronline.com) - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah (Dishub Jateng) memprediksi lonjakan signifikan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Jutaan orang diperkirakan akan keluar masuk wilayah Jateng pada periode libur akhir tahun tersebut.

Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko mengatakan berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat yang masuk ke Jateng mencapai sekitar 20,23 juta orang.

“Angkanya memang besar, berkisar 20 juta orang masuk Jawa Tengah. Namun kami tidak hanya mengacu pada data tersebut. Kami juga melakukan survei langsung terhadap perkembangan lalu lintas setiap tahun, baik di jalan tol maupun non-tol,” ujar Arief di Semarang, Selasa.

Berdasarkan hasil pemantauan Dishub Jateng, sekitar 8,7 juta orang diperkirakan akan masuk dan melintas di Jawa Tengah melalui berbagai moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga kereta api.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 2,71 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah membentuk Tim Nataru melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/86 Tahun 2025.

Posko Nataru akan beroperasi mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. “Posko terpadu dipusatkan di Wahana Graha Dishub Jateng. Selain itu, kami juga menyiapkan posko wilayah di balai-balai, posko kabupaten/kota, serta posko di terminal,” jelas Arief.

Dishub Jateng menyiapkan 23 posko di terminal tipe B dan 19 posko di terminal tipe A bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Selain itu, posko sektoral seperti posko infrastruktur, kebencanaan, kesehatan, serta posko kawasan wisata juga disiagakan.

Dari sisi sarana transportasi, Dishub Jateng menyiapkan lebih dari 27 ribu unit bus dengan potensi melayani lebih dari 800 ribu penumpang. Untuk moda kereta api, disediakan 250 rangkaian kereta dengan kapasitas sekitar 630 ribu penumpang.

Selain itu, tujuh kapal laut yang telah menjalani ramp check serta 87 penerbangan, termasuk extra flight, disiapkan dengan total kapasitas sekitar 12 ribu penumpang.

Meski demikian, Arief menyebut lebih dari 50 persen pergerakan masyarakat saat Nataru masih didominasi kendaraan pribadi, sehingga menjadi perhatian utama dalam pengaturan lalu lintas.

Terkait kondisi infrastruktur jalan, jalan nasional di Jawa Tengah disebut dalam kondisi mantap lebih dari 90 persen, jalan provinsi sekitar 91 persen, sementara jalan kabupaten dan kota masih sekitar 77 persen.

Kondisi tersebut akan diantisipasi dengan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan. Dishub Jateng juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seiring prediksi curah hujan tinggi.

Sejumlah wilayah rawan genangan dan longsor, seperti kawasan Pantura, Brebes, Purworejo, Kebumen, hingga Banjarnegara, telah dipetakan bersama BPBD.

Dishub memperkirakan puncak arus Nataru akan terjadi pada 24-25 Desember 2025 serta 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Sementara arus balik diprediksi memuncak pada 4 Januari 2026.

“Kami mengimbau masyarakat agar tertib berlalu lintas, menyiapkan kendaraan dengan baik, dan beristirahat jika menempuh perjalanan jauh,” pungkas Arief. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
10 Selongsong Peluru Ditemukan Usai Gangguan Tembakan di Asologaima
Hari Anak Merdeka 2026 di Cigugur, Kemendikdasmen Ajak Murid Rukun dan Berani Bermimpi
Lebih dari 150 Ribu Warga Padati Istana Merdeka Rayakan HUT ke-81 RI
Kantor PWI Sumut Kembali Dibobol Maling, Pipa Tembaga AC Dicuri
Pemprov Sumut Dorong Budaya Menabung Sejak Dini bagi Generasi Muda
Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur untuk Korban Gempa
komentar
beritaTerbaru