Rabu, 08 Juli 2026

KPK Luncurkan KIRANA, Perkuat Transformasi Digital dan Kapasitas SDM

Selasa, 16 Desember 2025 01:00 WIB
KPK Luncurkan KIRANA, Perkuat Transformasi Digital dan Kapasitas SDM
Ilustrasi peluncuran platform e-learning KIRANA (Kompas Interaktif Transformasi Digital) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai upaya memperkuat transformasi digital dan peningkatan kapasitas SDM, diluncurkan secara daring, Jumat (12/12/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan Kompas Interaktif Transformasi Digital atau KIRANA, sebuah platform e-learning interaktif berbasis cerita untuk mendukung percepatan transformasi digital dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Peluncuran dilakukan secara daring, Jumat.

Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono mengatakan KIRANA hadir untuk menjawab tantangan utama transformasi digital, khususnya perubahan perilaku kerja.

Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar agenda pendukung, melainkan menjadi kunci bagi KPK untuk tetap relevan dan efektif dalam pemberantasan korupsi yang semakin kompleks.

“Teknologi hanyalah alat. Mesin, perangkat lunak, dan sistem tidak akan bermakna tanpa manusia yang cerdas, beretika, dan berorientasi kinerja dalam memanfaatkannya,” ujar Agus, dilansir dari laman KPK.

Ia menegaskan bahwa investasi terbesar KPK bukan pada perangkat keras atau perangkat lunak, melainkan pada pengembangan talenta setiap insan KPK.

Meski infrastruktur digital telah tersedia, masih terdapat pola kerja manual yang perlu diubah melalui penguatan kapasitas dan pola pikir digital.

Melalui KIRANA, KPK mendorong tumbuhnya kesadaran, pemahaman, serta peran pegawai sebagai driver of change.

Pembelajaran terstruktur dalam platform ini diharapkan mampu membangun digital mindset yang lincah, terbuka, dan berbasis data, sekaligus memperkuat keterampilan digital pegawai.

Agus juga mengajak seluruh insan KPK memanfaatkan KIRANA sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas organisasi.

Platform ini dirancang fleksibel, dapat diakses kapan saja dan di mana saja, serta dilengkapi materi terbaru sesuai kebutuhan organisasi.

Sementara itu, Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK Yonathan Demme Tangdilintin menjelaskan bahwa KIRANA dikembangkan dengan pendekatan story-driven learning bekerja sama dengan Direktorat Manajemen Informasi (DMI).

“KIRANA menjadi jembatan menuju KPK yang modern, agile, dan berintegritas. Melalui pendekatan naratif, kami ingin membangun kesadaran, memperluas pemahaman, sekaligus mendorong perubahan perilaku kerja,” kata Yonathan.

KIRANA menghadirkan empat karakter utama, yakni Aria, Dr Corpu, Damar, dan KIRANA, yang mewakili berbagai peran dan tantangan pegawai dalam proses transformasi digital.

Materi pembelajaran dikemas melalui multimedia interaktif seperti video, animasi, infografis, simulasi singkat, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Keempat karakter tersebut akan mengantar peserta dalam lima episode utama yang membahas urgensi perubahan, konsep digitalisasi, keterkaitannya dengan misi pemberantasan korupsi, serta strategi menghadapi tantangan transformasi digital di lingkungan KPK. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Polri Tetapkan 32 Tersangka Kasus Pelanggaran Haji dan Umrah, Kerugian Korban Capai Rp116,7 Miliar
Prabowo dan PM Modi Sepakat Perkuat Kerja Sama Jaga Perdamaian Dunia
38 UMKM Meriahkan Festival Sentra Industri dan All About Tahu di Bandung
Mendikdasmen Apresiasi Program Beasiswa Pemkab Rembang, Targetkan Satu Desa Satu Sarjana
KPK Dorong Kampanye Antikorupsi yang Kreatif dan Berdampak di Era Digital
Bupati Taput Lepas 92 Kontingen Pramuka ke Jambore Daerah Sumut 2026
komentar
beritaTerbaru