Sabtu, 11 Juli 2026

Akses Darat Masih Lumpuh, Polri Perkuat Penanganan Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kamis, 11 Desember 2025 01:10 WIB
Akses Darat Masih Lumpuh, Polri Perkuat Penanganan Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Kombes Pol Erdi A Chaniago memberikan keterangan pers mengenai penanganan pascabencana, di Media Center Operasi Kemanusiaan Polri.
Jakarta (buseronline.com) - Sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat masih mengalami hambatan akses darat akibat kerusakan parah pascabencana yang melanda awal Desember 2025.

Dilansir dari laman Humas Polri, di Aceh, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah tercatat tidak dapat dilalui jalur darat sepenuhnya.

Kondisi serupa terjadi di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, yang kini hanya bisa diakses melalui jalur dari arah Aceh.

Untuk mempercepat penanganan di wilayah-wilayah yang terdampak parah, Polri mendirikan 105 posko tanggap bencana yang tersebar di tiga provinsi.

Rinciannya, 35 posko di Polda Aceh, 19 posko di Polda Sumut, dan 37 posko di Polda Sumbar. Posko-posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, penyebaran bantuan, dan koordinasi evakuasi warga.

Guna memastikan kelancaran komunikasi di tengah keterbatasan infrastruktur, Polri juga mendistribusikan 87 unit jaringan internet darurat di titik-titik yang paling membutuhkan. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat koordinasi antarinstansi.

“Kelancaran komunikasi sangat menentukan efektivitas penanganan darurat. Karena itu, Polri mendistribusikan perangkat internet ke polda dan polres yang paling membutuhkan,” ujar Kombes Pol Erdi A Chaniago.

Upaya kemanusiaan di lapangan turut diperkuat dengan 20 dapur lapangan yang setiap hari menyiapkan makanan siap saji bagi para pengungsi. Selain itu, layanan bakti kesehatan Polri telah membantu 17.986 pasien, dengan keluhan umum seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal, hingga hipertensi.

Dengan akses darat yang masih terputus di sejumlah wilayah, keberadaan posko Polri, dukungan internet darurat, serta pelayanan kesehatan dan dapur lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong
Menkes Targetkan Temukan 37 Ribu Kasus Kusta untuk Percepat Eliminasi Nasional
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Tas Karakter Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM dan Serap Tenaga Kerja
Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
komentar
beritaTerbaru