Sabtu, 10 Oktober 2026

Densus 88 Tanamkan Semangat Nasionalisme di Kalangan Pelajar Yogyakarta

Kamis, 13 November 2025 01:20 WIB
Densus 88 Tanamkan Semangat Nasionalisme di Kalangan Pelajar Yogyakarta
Kasatgaswil DIY Densus 88 Anti Teror Polri AKBP Johanes Budi Moses Harahap bersama narasumber dan peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion bertema “Mengenang Jasa Para Pahlawan Guna Memperkuat Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme di K
Yogyakarta (buseronline.com) - Densus 88 Anti Teror Polri bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DIY, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengenang Jasa Para Pahlawan Guna Memperkuat Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme di Kalangan Pelajar”, Senin, di Joglo Hotel Front One Resort Yogyakarta.

Kegiatan ini diikuti 60 siswa dan guru dari SMP Negeri di wilayah Bantul dan Sleman, DIY. Hadir sebagai narasumber AKBP Johanes Budi Moses Harahap SIK selaku Kasatgaswil DIY Densus 88 AT Polri, Nur Samsi Mualifah SIP selaku Sekretaris Kesbangpol Provinsi DIY, serta Ibu Yudiswara Ayu Permatasari MPhil, Dosen ISI Yogyakarta.

Dalam paparannya, AKBP Johanes Budi Moses Harahap menyampaikan bahwa Densus 88 tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif menjalankan upaya deradikalisasi dan pencegahan.

“Penurunan jumlah penangkapan teroris selama periode 2021-2025 salah satunya karena pencegahan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Samsi Mualifah menekankan pentingnya meneladani semangat kepahlawanan di era digital. “Makna kepahlawanan kini tidak lagi diukur dari perjuangan bersenjata, tetapi dari kontribusi nyata dalam berbagai kegiatan positif di sekolah maupun di masyarakat,” tuturnya.

Sedangkan, Yudiswara Ayu Permatasari menyoroti pengaruh besar media sosial terhadap generasi muda. “Saat ini medan perang baru berada di media sosial. Rata-rata seseorang dapat menghabiskan waktu hingga tujuh jam setiap hari di platform seperti TikTok dan Instagram. Maka dari itu, perlu kesadaran digital agar tidak mudah terpapar konten negatif,” jelasnya.

Ketua FPK DIY Andri Lesmana Bintoro SS MM juga menambahkan bahwa pembauran kebangsaan menjadi salah satu cara efektif menangkal kenakalan remaja. “Peran FPK adalah menumbuhkan kesadaran hidup bermasyarakat dan memperkuat semangat kebangsaan di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu meneladani nilai-nilai kepahlawanan, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi agen perubahan dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di lingkungan pelajar. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Rico Waas Temukan Sejumlah Kekurangan di Stadion Teladan, Keamanan Jadi Prioritas
Wabup Lantik 12 Pejabat Pemkab Taput, dr Tiurma Sinaga Kembali Menjadi Kapus Siborong-borong
Gagal Tiga Kali Tak Bikin Mundur, Anak Satpam di Deliserdang Taklukkan Seleksi Taruna AAL
DVI Polri Identifikasi 63 Korban KM Virgo Transport 8, 17 Jenazah Masih Diproses
Siswa SMK Muhammadiyah Sumpiuh Kenali Teknologi Lalu Lintas di NTMC Korlantas Polri
Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan
komentar
beritaTerbaru