Selasa, 07 April 2026

Presiden Prabowo: Penegakan Hukum Harus Berpihak pada Rakyat Kecil

Senin, 20 Oktober 2025 13:39 WIB
Presiden Prabowo: Penegakan Hukum Harus Berpihak pada Rakyat Kecil
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Senin (20/10/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan, berintegritas, dan berlandaskan hati nurani.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menyaksikan Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara sebesar Rp13,25 T dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan, di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran Kejaksaan Agung yang berhasil mengembalikan kerugian negara dalam jumlah besar.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam menegakkan hukum dan menjaga kedaulatan ekonomi bangsa.

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh jajaran Kejaksaan Agung atas kerja keras dan keberaniannya dalam mengembalikan kerugian negara. Ini bukti nyata bahwa kita serius dalam menjaga uang rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Namun demikian, Presiden mengingatkan agar semangat penegakan hukum selalu disertai dengan rasa kemanusiaan dan keadilan sosial, khususnya bagi rakyat kecil yang kerap menjadi pihak paling terdampak.

“Berbuatlah yang terbaik untuk bangsa, negara, dan rakyatmu. Harta, apalagi didapatkan dengan cara yang mengorbankan rakyat, itu harta yang haram. Rezeki yang tidak baik ujungnya pasti akan membawa ketidakbaikan kepada siapapun dan keluarganya,” tegasnya.

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Ia mengingatkan para aparat penegak hukum baik jaksa, polisi, maupun hakim untuk menegakkan hukum dengan nurani dan menjauhkan diri dari praktik yang merugikan masyarakat kecil.

“Penegak hukum harus punya hati. Jangan istilahnya tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zolim, itu angkara murka, jahat. Orang kecil, orang lemah harus dibela, harus dibantu,” tandasnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga memberikan peringatan tegas kepada kalangan pengusaha nakal agar tidak berupaya menipu negara atau memperkaya diri dengan merugikan rakyat. Pemerintah, tegasnya, tidak akan tinggal diam terhadap setiap pelanggaran hukum yang merugikan bangsa.

“Kalau para pengusaha serakah itu menganggap bisa menipu terus-menerus bangsa sebesar Indonesia, saya kira mereka salah besar. Kita akan buktikan bahwa negara ini masih kuat dan bertekad menegakkan kedaulatan demi rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menilai, penyerahan uang pengganti kerugian negara senilai Rp13,25 T ini menjadi momentum penting dan sinyal positif, bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahannya.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga kekayaan nasional, serta mengelola sumber daya Indonesia dengan penuh tanggung jawab.

“Bangsa Indonesia sangat kaya. Kalau kita bisa kelola dengan baik, kalau kita punya keberanian, Indonesia akan cepat bangkit. Saya percaya itu, saya yakin itu,” pungkas Presiden Prabowo.

Penegasan Presiden tersebut menjadi cerminan komitmen pemerintah dalam menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga adil dan berpihak kepada rakyat kecil. (P3)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru