Senin, 06 Juli 2026

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu

Kamis, 11 September 2025 02:30 WIB
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu
Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang bersama jajaran Polda Jabar menunjukkan barang bukti dan kronologi kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Selasa (9/9/2025).
Indramayu (buseronline.com) - Polisi berhasil mengungkap motif pembunuhan sadis yang menewaskan satu keluarga di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Lima korban ditemukan terkubur dalam satu liang di halaman rumah, Senin (1/9/2025).

Dilansir dari laman Humas Polri, dua pelaku berinisial R (35) dan P (29), warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, ditangkap setelah melarikan diri hingga ke Surabaya. R diketahui menjadi otak pembunuhan karena dendam kepada korban Budi Awaludin (45).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan dendam itu bermula saat R menyewa mobil Avanza kepada Budi dengan uang Rp750 ribu. Namun ketika hendak mengambil mobil, kendaraan tersebut mogok.

R meminta uangnya kembali, tetapi ditolak karena sudah dipakai untuk membeli sembako. “Motif pembunuhan bermula dari rasa dendam tersangka R kepada korban. Dari situlah muncul niat membunuh,” ujar Hendra, Selasa.

Pada Kamis (28/8/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB, R bersama P mendatangi rumah korban membawa pipa besi. R memukul kepala Budi, lalu menghabisi anggota keluarga lain. Sementara P menenggelamkan bayi berusia delapan bulan ke bak mandi.

Lima korban tewas yaitu Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), anak mereka RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayah Budi Sahroni (76). Seluruh jasad dikuburkan di lubang berukuran panjang 4 meter, lebar 1,5 meter, dan kedalaman 4 meter di halaman belakang rumah.

Setelah menghabisi korban, kedua pelaku mengepel lantai untuk menghapus bercak darah, lalu membawa kabur uang, dua mobil, dan perhiasan keluarga. Senjata berupa pipa besi dibuang ke Sungai Cimanuk.

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang menyebut, R adalah residivis. Keduanya ditangkap saat hendak kabur menjadi anak buah kapal di Surabaya.

“Kami masih mendalami apakah R berencana membunuh semua korban atau hanya diawali dengan satu korban,” kata Fajar.

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar menambahkan pelaku dan korban sebenarnya saling kenal karena pernah bekerja bersama di sebuah bank.

Kasus ini terungkap setelah warga mencium bau busuk dari rumah korban. Ema (55), kerabat korban, mengatakan curiga karena keluarga Sahroni tidak bisa dihubungi beberapa hari.

Saat mendobrak pintu bersama tetangga, ia mencium bau menyengat dari gundukan tanah di bawah pohon nangka. “Pas dilihat lebih dekat, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Itu jasad Haji Sahroni. Saya langsung minta tolong,” ungkapnya.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus yang mengguncang warga Indramayu tersebut. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli
Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi
Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026
Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo
Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat
Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global
komentar
beritaTerbaru