Rabu, 17 Juni 2026

Polri dan Interpol Bersinergi Siapkan Operasi Thunder 2025 Berantas Kejahatan Lingkungan

Sabtu, 30 Agustus 2025 02:10 WIB
Polri dan Interpol Bersinergi Siapkan Operasi Thunder 2025 Berantas Kejahatan Lingkungan
Sejumlah pejabat Polri bersama perwakilan Interpol Environmental Security Sub-Directorate (ENS) menggelar pertemuan strategis membahas persiapan Operasi Thunder 2025 di ruang rapat Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Jakarta,
Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Interpol Environmental Security Sub-Directorate (ENS) menggelar pertemuan strategis guna mematangkan persiapan Operasi Thunder 2025. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama dalam memberantas kejahatan lingkungan lintas negara, khususnya perdagangan ilegal satwa liar, tumbuhan, dan hasil hutan.

Pertemuan yang berlangsung, Senin (25/8/2025), tersebut menghadirkan personel Bagian Kejahatan Internasional (Bagjatranin) Divhubinter Polri yang mendampingi tim Interpol ENS dalam Courtesy Call dengan Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri serta Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.

Delegasi Polri antara lain diwakili Kombes Pol Hanny dari Baintelkam, Kombes Pol Pipit dari Dittipidter Bareskrim, AKBP Noval Nanusa GD SH SIK MH, Ipda Diwyacitta Farras Zharfania SHub Int, dan Bripka Tama Ganda Siahaan SH. Sementara dari Interpol ENS hadir Criminal Intelligence Officer Mr Hyuk Lee dan Ms Tricia Tan.

Dalam kesempatan itu, pihak Interpol secara resmi meminta dukungan penuh Polri untuk menyukseskan Operasi Thunder 2025. Operasi ini merupakan inisiatif global yang digelar Interpol bersama World Customs Organization (WCO) dengan dukungan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Operasi Thunder bertujuan memberantas perdagangan ilegal flora dan fauna terancam punah, melindungi keanekaragaman hayati dunia, serta mengungkap jaringan kriminal transnasional.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu pra-operasi (pertukaran informasi dan penentuan target), operasi lapangan (penggerebekan dan penangkapan), serta pasca-operasi (analisis data dan tindak lanjut hukum).

Indonesia sendiri telah berpartisipasi aktif sejak 2018. Pada 2023, Indonesia berhasil menindak sejumlah kasus besar seperti perdagangan kayu ilegal, gading gajah, sisik trenggiling, hingga burung langka seperti kakatua.

Menanggapi hal tersebut, Baintelkam dan Bareskrim Polri menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung jalannya Operasi Thunder 2025. Fokus utama pelaksanaan di Indonesia akan diarahkan pada penindakan kejahatan transnasional di sektor satwa liar dan kehutanan.

Keterlibatan Indonesia dalam operasi ini menegaskan peran penting bangsa dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati global. Kerja sama Polri dan Interpol diharapkan dapat memperkuat penegakan hukum serta memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan lingkungan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
Tags
beritaTerkait
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Palestina
Pendidikan Seni Sejak Dini Dinilai Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Edukasi Kesehatan Mental Santri Diperkuat untuk Cegah Bullying dan Kekerasan
Revitalisasi Sekolah dan Kesejahteraan Guru Jadi Fokus Pemerintah Tingkatkan Mutu Pendidikan
Bandung dan Kotawaringin Timur Jalin Kerja Sama Strategis Tingkatkan PAD dan Digitalisasi Layanan
Bobby Nasution Larang ASN hingga Pegawai BUMD Gunakan Vape
komentar
beritaTerbaru