Selasa, 07 April 2026

Indonesia Perkenalkan Program "Rise and Speak" ke Delegasi Kepolisian Korea Selatan

Kamis, 24 Juli 2025 02:20 WIB
Indonesia Perkenalkan Program
Direktur Tipid PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol Dr Nurul Azizah bersama Delegasi Kepolisian Nasional Republik Korea Selatan yang dipimpin Ms Cho Joo Eun saat pertemuan bilateral di ruang RPK Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Dalam kunjungan resmi Delegasi Kepolisian Nasional Republik Korea Selatan ke Jakarta, Indonesia memperkenalkan program unggulan Rise and Speak sebagai simbol kampanye nasional untuk mendorong masyarakat melawan kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak.

Pertemuan bilateral yang berlangsung di ruang RPK Jakarta itu menjadi momentum penting dalam mempererat kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan, terutama di bidang perlindungan kelompok rentan dan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dr Nurul Azizah menyampaikan apresiasinya atas kunjungan delegasi Korea Selatan.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antarnegara dalam menghadapi kejahatan lintas batas yang menyasar perempuan dan anak.

“Kami merasa terhormat dan antusias menjalin kerja sama yang lebih erat. Direktorat ini hadir sebagai respons atas kompleksitas kekerasan yang kerap terjadi lintas negara,” ujar Nurul Azizah.

Pada kesempatan tersebut, Nurul Azizah memperkenalkan kampanye nasional Rise and Speak, hasil kolaborasi antara Direktorat Tipid PPA-PPO dan SSDM Polri.

Kampanye ini bertujuan mendorong masyarakat, khususnya perempuan dan anak, agar berani melapor dan melawan berbagai bentuk kekerasan.

“Rise and Speak adalah simbol keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Ini bagian dari transformasi menuju pelayanan perlindungan yang presisi dan humanis,” tambahnya.

Sementara itu, pimpinan delegasi Korea Selatan, Ms Cho Joo Eun selaku Deputy Director General for Women and Juvenile Safety Planning, menyampaikan kekagumannya atas sistem perlindungan perempuan dan anak yang telah dibangun Indonesia.

Ia mengapresiasi pembentukan direktorat khusus PPA-PPO yang hingga kini belum dimiliki oleh institusi mereka.

“Kami sangat mengapresiasi pembentukan Direktorat PPA-PPO di bawah Mabes Polri. Hal ini menjadi inspirasi bagi kami, karena saat ini perlindungan terhadap perempuan dan anak di Korea Selatan masih berada di bawah biro keamanan umum,” ujar Ms Cho.

Delegasi Korea Selatan juga memaparkan sistem layanan yang mereka miliki, seperti platform I-NARAE dan Sunflower Center, pusat terpadu berbasis rumah sakit yang menyediakan layanan medis, psikologis, serta pelaporan.

Meski demikian, mereka mengakui masih menghadapi kendala dalam hal ketersediaan tenaga medis dan pendanaan.

Pertemuan ini turut membahas berbagai tantangan bersama, termasuk kejahatan TPPO dengan modus pekerja migran non-prosedural, pengantin pesanan, hingga eksploitasi digital.

Diskusi diakhiri dengan harapan agar kerja sama ini menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi yang lebih luas di tingkat regional dan global.

“Kami percaya kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan institusional, tetapi juga membuka peluang transformasi sistem perlindungan secara menyeluruh,” pungkas Nurul Azizah.

Adapun delegasi Korea Selatan yang hadir antara lain Ms Song Jin Young, Mr Jang Dong Ho, Ms Park So Eun, serta Atase Kepolisian Kim Daejin.

Mereka didampingi interpreter dan staf Kedutaan Korea Selatan. Dari pihak Bareskrim Polri, hadir Wakil Direktur serta para Kasubdit I, II, dan III PPA-PPO. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru